29.1 C
Malang
Kamis, Februari 15, 2024

Ini Alasan 296 CJH di Malang Tak Lunasi Bipih

MALANG KOTA – Lantaran masih ada 296 Calon Jamaah Haji (CJH) yang belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), batas akhir pembayaran ditunda sepekan. Mulanya berakhir pada 5 Mei lalu, kemudian diperpanjang hingga 12 Mei depan. Alasan belum melakukan pelunasan beragam.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kota Malang H Mukhlis mengatakan, dari ratusan orang yang belum melakukan pelunasan, 72 orang di antaranya konfirmasi. Mereka datang ke kantor Kemenag untuk menyampaikan alasan belum melunasi bipih. Sementara sisanya tidak konfirmasi.

Mukhlis melanjutkan, alasan orang-orang tersebut belum melakukan pelunasan beragam. Mulai mengikuti suami, punya anak yang masih balita, belum siap berangkat haji, dana belum cukup, hamil, hingga informasi yang diterima mendadak.

Baca Juga:  Akselerasi Pemulihan Ekonomi Kota Malang, Begini Strategi BI

Ada juga yang beralasan menunda berangkat karena ada kepentingan keluarga. ”Yang belum melakukan pelunasan didominasi oleh alasan menunggu mahram (pasangan yang diajak berangkat),” kata Mukhlis kemarin (9/5). ”Jumlahnya ada 15 orang,” tambahnya.

Alasan kedua yang mendominasi, lanjut Mukhlis, adalah dana pelunasan yang belum mencukupi. Total ada sembilan orang dari yang melakukan konfirmasi yang menyampaikan alasan tersebut.

Menurut dia, besaran nilai pelunasan tahun ini terbilang terjangkau meski terdapat peningkatan dari sebelumnya. Sebagai antisipasi jika ada CJH yang tiba-tiba mengundurkan diri, Kemenag Kota Malang menyiapkan jamaah cadangan. ”Jumlahnya ada 54 orang yang diambil dari porsi berikutnya,” terang pria yang pernah menjabat kepala seksi pondok pesantren tersebut.

Baca Juga:  Meleng, Pemotor di Malang Tabrak Nenek Hingga Tewas

Ditanya terkait persiapan CJH, Mukhlis mengatakan, pihaknya akan menggelar manasik massal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rencananya dilaksanakan hari ini (10/5). Manasik tersebut akan dihadiri 700 CJH. Selain hari ini, manasik massal akan digelar pada 18 Mei depan.

Selain fokus menyelenggarakan manasik haji selama beberapa waktu ke depan, dia mengatakan, ada sejumlah persiapan lain. Yakni menata kloter atau manifes penerbangan dan biovisa.

Terpisah, Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shampton Masduqie memaparkan, ada kemungkinan kuota haji tahun ini bertambah. Namun untuk kepastian jumlah penambahannya, dia tidak mengetahuinya. Penambahan kuota masih dibahas di level kementerian. ”Sementara penambahannya ya masih 54 orang untuk cadangan,” pungkas dia. (mel/dan)

MALANG KOTA – Lantaran masih ada 296 Calon Jamaah Haji (CJH) yang belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), batas akhir pembayaran ditunda sepekan. Mulanya berakhir pada 5 Mei lalu, kemudian diperpanjang hingga 12 Mei depan. Alasan belum melakukan pelunasan beragam.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kota Malang H Mukhlis mengatakan, dari ratusan orang yang belum melakukan pelunasan, 72 orang di antaranya konfirmasi. Mereka datang ke kantor Kemenag untuk menyampaikan alasan belum melunasi bipih. Sementara sisanya tidak konfirmasi.

Mukhlis melanjutkan, alasan orang-orang tersebut belum melakukan pelunasan beragam. Mulai mengikuti suami, punya anak yang masih balita, belum siap berangkat haji, dana belum cukup, hamil, hingga informasi yang diterima mendadak.

Baca Juga:  Kisruh Dana Pemakaman, Inspektorat Periksa Pegawai DLH Kota Malang

Ada juga yang beralasan menunda berangkat karena ada kepentingan keluarga. ”Yang belum melakukan pelunasan didominasi oleh alasan menunggu mahram (pasangan yang diajak berangkat),” kata Mukhlis kemarin (9/5). ”Jumlahnya ada 15 orang,” tambahnya.

Alasan kedua yang mendominasi, lanjut Mukhlis, adalah dana pelunasan yang belum mencukupi. Total ada sembilan orang dari yang melakukan konfirmasi yang menyampaikan alasan tersebut.

Menurut dia, besaran nilai pelunasan tahun ini terbilang terjangkau meski terdapat peningkatan dari sebelumnya. Sebagai antisipasi jika ada CJH yang tiba-tiba mengundurkan diri, Kemenag Kota Malang menyiapkan jamaah cadangan. ”Jumlahnya ada 54 orang yang diambil dari porsi berikutnya,” terang pria yang pernah menjabat kepala seksi pondok pesantren tersebut.

Baca Juga:  Akselerasi Pemulihan Ekonomi Kota Malang, Begini Strategi BI

Ditanya terkait persiapan CJH, Mukhlis mengatakan, pihaknya akan menggelar manasik massal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rencananya dilaksanakan hari ini (10/5). Manasik tersebut akan dihadiri 700 CJH. Selain hari ini, manasik massal akan digelar pada 18 Mei depan.

Selain fokus menyelenggarakan manasik haji selama beberapa waktu ke depan, dia mengatakan, ada sejumlah persiapan lain. Yakni menata kloter atau manifes penerbangan dan biovisa.

Terpisah, Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shampton Masduqie memaparkan, ada kemungkinan kuota haji tahun ini bertambah. Namun untuk kepastian jumlah penambahannya, dia tidak mengetahuinya. Penambahan kuota masih dibahas di level kementerian. ”Sementara penambahannya ya masih 54 orang untuk cadangan,” pungkas dia. (mel/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/