22.9 C
Malang
Minggu, Februari 18, 2024

Pemkot Malang Janjikan Lanjutan Proyek Kajoetangan Tanpa Ada Penutupan Jalan

MALANG KOTA – Ada kabar baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Lanjutan proyek Kajoetangan Heritage di zona tiga kemungkinan tak akan berlangsung dengan menutup jalan. Kemungkinan itu mencuat setelah Dishub Kota Malang melakukan komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang

Hasilnya, dishub memberi opsi Jalan Basuki Rahmat tetap bisa dilintasi masyarakat. Namun ada syarat yang mereka sebutkan kepada DPUPRPKP. Salah satunya yakni mengerjakan tempat yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Misalnya saja trotoar atau penguatan batuan andesit. ”Dengan cara itu bisa kok masyarakat tak terganggu karena pengalaman sebelumnya kalau ditutup bakal mematikan perekonomian dan kondisi sosial warga,” kata Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono. Tentu ada rekayasa lalu lintas (lalin) yang sudah dipersiapkan mereka. Seperti berupa pengalihan kantong parkir di sepanjang jalan tersebut.

Baca Juga:  Kota Malang Kejar Target 1000 Labu Plasma Konvalesen

Dishub pun sudah punya rencana untuk memindahkan sementara kantong parkir ke tempat eks Laboratorium DLH di Jalan Majapahit. Namun rencana itu masih perlu komunikasi dengan warga. ”Saya tahu betul masyarakat di sana. Intinya diajak ngobrol dulu biar enak, kami tinggal mengikuti demi kebaikan bersama,” jelas mantan Camat Klojen itu. Pembangunan lanjutan Kajoetangan Heritage di zona tiga yang berfokus pada perbaikan batuan andesit dan perapian jalur pedestrian itu ditanggung oleh DPUPRPKP.

Namun untuk pemasangan lampu klasik dan bangku bakal diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sesuai rencana, lampu dan bangku yang dipasang masih sama seperti di zona satu dan dua. Namun untuk jumlah pastinya, DLH belum bisa memastikan. Sebab, mereka baru bisa memastikan saat pertengahan tahun ini. ”Iya jadi momen PAK (perubahan anggaran keuangan) kami susun DED (detail engineering design)-nya. Dan di situ bakal muncul angkanya,” beber Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto. Wahyu menambahkan jika pemasangan tersebut baru dilakukan sekitar bulan Agustus.

Baca Juga:  12 Pelaku Usaha Kota Malang Kena Razia PPKM Level 4

Terkait berapa anggarannya, dia masih enggan untuk menyebutkannya secara detail. Namun jika melihat pemasangan 98 lampu sebelumnya, pihaknya telah menganggarkan Rp 1,6 miliar. ”Bisa saja kurang dari itu (Rp 1,6 miliar), makanya nanti sebelum DED ini kami juga survei memastikan jumlahnya,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang itu. (adn/by)

MALANG KOTA – Ada kabar baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Lanjutan proyek Kajoetangan Heritage di zona tiga kemungkinan tak akan berlangsung dengan menutup jalan. Kemungkinan itu mencuat setelah Dishub Kota Malang melakukan komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang

Hasilnya, dishub memberi opsi Jalan Basuki Rahmat tetap bisa dilintasi masyarakat. Namun ada syarat yang mereka sebutkan kepada DPUPRPKP. Salah satunya yakni mengerjakan tempat yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Misalnya saja trotoar atau penguatan batuan andesit. ”Dengan cara itu bisa kok masyarakat tak terganggu karena pengalaman sebelumnya kalau ditutup bakal mematikan perekonomian dan kondisi sosial warga,” kata Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono. Tentu ada rekayasa lalu lintas (lalin) yang sudah dipersiapkan mereka. Seperti berupa pengalihan kantong parkir di sepanjang jalan tersebut.

Baca Juga:  30 Menit, Catat Transaksi Rp 15 Juta di Live Shopping Festival Mbois

Dishub pun sudah punya rencana untuk memindahkan sementara kantong parkir ke tempat eks Laboratorium DLH di Jalan Majapahit. Namun rencana itu masih perlu komunikasi dengan warga. ”Saya tahu betul masyarakat di sana. Intinya diajak ngobrol dulu biar enak, kami tinggal mengikuti demi kebaikan bersama,” jelas mantan Camat Klojen itu. Pembangunan lanjutan Kajoetangan Heritage di zona tiga yang berfokus pada perbaikan batuan andesit dan perapian jalur pedestrian itu ditanggung oleh DPUPRPKP.

Namun untuk pemasangan lampu klasik dan bangku bakal diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sesuai rencana, lampu dan bangku yang dipasang masih sama seperti di zona satu dan dua. Namun untuk jumlah pastinya, DLH belum bisa memastikan. Sebab, mereka baru bisa memastikan saat pertengahan tahun ini. ”Iya jadi momen PAK (perubahan anggaran keuangan) kami susun DED (detail engineering design)-nya. Dan di situ bakal muncul angkanya,” beber Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto. Wahyu menambahkan jika pemasangan tersebut baru dilakukan sekitar bulan Agustus.

Baca Juga:  SHC, Aplikasi Penghubung Pelaku Olahraga di Seluruh Penjuru Indonesia

Terkait berapa anggarannya, dia masih enggan untuk menyebutkannya secara detail. Namun jika melihat pemasangan 98 lampu sebelumnya, pihaknya telah menganggarkan Rp 1,6 miliar. ”Bisa saja kurang dari itu (Rp 1,6 miliar), makanya nanti sebelum DED ini kami juga survei memastikan jumlahnya,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang itu. (adn/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/