28 C
Malang
Kamis, April 11, 2024

Parkir Dua Shaf di Jalan MGR Sugiyopranoto Bikin Macet

MALANG KOTA – Dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang getol melakukan razia parkir tepi jalan. Sejumlah kawasan terlihat masih ditemui parkir yang melanggar aturan. Ada beberapa lokasi yang kerap ditindak, salah satunya di depan Mal Ramayana di MGR Sugiyopranoto.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang, area parkir sepeda motor dibuat dua shaf. Padahal penataan tersebut sempat dilarang dishub. Alhasil macet di jalan tersebut mengular cukup panjang. Belum lagi ke di Jalan Merdeka yang ramai dengan lalu lalang kendaraan turut terimbas kemacetan.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra secara tegas akan terus melakukan penertiban. Termasuk memberikan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat. Mengingat parkir terpi jalan juga kerap menyebabkan kemacetan.

Baca Juga:  Luhut Minta Warga Malang yang Positif Covid Manut Dirawat di Isoter

”Kami berupaya mengajak semua pihak untuk tertib. Demikian juga para jukir (juru parkir) kami minta melakukan pelayanan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tegas mantan Kepala Bagian Pengadaan Layanan/Jasa (BLP) tersebut.

Penertiban yang dilakukan seperti melalui operasi tertib parkir (TEPAK). Operasi tersebut menyasar sejumlah sudut kota. Termasuk Jalan Merdeka di depan Plaza Ramayana.

Menanggapi itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, sebenarnya parkir di depan Mal Ramayana tidak boleh melebihi satu shaf. Itu sudah aturan yang disusun bersama dishub beberapa waktu lalu.

”Kalau sampai lebih ke selatan ada sanksi. Apalagi kalau sampai mengarah ke Pendopo Kabupaten Malang bisa bermasalah dengan Pemkab Malang,” ujar Fathol.

Baca Juga:  Penjualan Latto-Latto Laris Manis

Fathol pun mengalami parkir di depan Mal Ramayana harus segera diberi solusi. Sebab, saat ini sudah semakin menyebabkan keramaian. Terutama pada waktu akhir pekan atau libur panjang.

”Untuk mengatasi kemacetan, parkir di depan Plaza Ramayana bisa diarahkan ke dalam. Kalau di dalam sudah penuh bisa ke dekat alun-alun, tapi saya lihat di sini juga mulai penuh,” saran Fathol. (mel/adn)

MALANG KOTA – Dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang getol melakukan razia parkir tepi jalan. Sejumlah kawasan terlihat masih ditemui parkir yang melanggar aturan. Ada beberapa lokasi yang kerap ditindak, salah satunya di depan Mal Ramayana di MGR Sugiyopranoto.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang, area parkir sepeda motor dibuat dua shaf. Padahal penataan tersebut sempat dilarang dishub. Alhasil macet di jalan tersebut mengular cukup panjang. Belum lagi ke di Jalan Merdeka yang ramai dengan lalu lalang kendaraan turut terimbas kemacetan.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra secara tegas akan terus melakukan penertiban. Termasuk memberikan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat. Mengingat parkir terpi jalan juga kerap menyebabkan kemacetan.

Baca Juga:  Sempat Vakum, Tradisi Megengan Kembali Digelar

”Kami berupaya mengajak semua pihak untuk tertib. Demikian juga para jukir (juru parkir) kami minta melakukan pelayanan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tegas mantan Kepala Bagian Pengadaan Layanan/Jasa (BLP) tersebut.

Penertiban yang dilakukan seperti melalui operasi tertib parkir (TEPAK). Operasi tersebut menyasar sejumlah sudut kota. Termasuk Jalan Merdeka di depan Plaza Ramayana.

Menanggapi itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, sebenarnya parkir di depan Mal Ramayana tidak boleh melebihi satu shaf. Itu sudah aturan yang disusun bersama dishub beberapa waktu lalu.

”Kalau sampai lebih ke selatan ada sanksi. Apalagi kalau sampai mengarah ke Pendopo Kabupaten Malang bisa bermasalah dengan Pemkab Malang,” ujar Fathol.

Baca Juga:  Selecta Santuni 205 Warga Sekitar

Fathol pun mengalami parkir di depan Mal Ramayana harus segera diberi solusi. Sebab, saat ini sudah semakin menyebabkan keramaian. Terutama pada waktu akhir pekan atau libur panjang.

”Untuk mengatasi kemacetan, parkir di depan Plaza Ramayana bisa diarahkan ke dalam. Kalau di dalam sudah penuh bisa ke dekat alun-alun, tapi saya lihat di sini juga mulai penuh,” saran Fathol. (mel/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/