23.5 C
Malang
Minggu, April 7, 2024

Jadi Biang Macet, Pasar Kebalen Bakal Direhab

MALANG KOTA – Revitalisasi pasar tradisional kembali direncanakan Pemkot Malang. Setelah Pasar Kedungkandang dapat jatah revitalisasi di tahun ini, ada Pasar Kebalen yang juga dapat jatah serupa. Namun realisasinya baru dilakukan tahun depan. Revitalisasi pasar yang terletak di Jalan Zaenal Zakse, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang itu terbilang mendesak.

Sebab para pedagang yang ada di pinggir jalan kerap menyebabkan kemacetan di jam-jam tertentu. Lapak pedagang hampir menutupi separo jalan. Padahal, di dalam pasar tersebut masih banyak ruang yang cukup untuk lapak pedagang. Berkaca dari masalah tersebut, revitalisasi pasar perlu dilakukan.

Agar bisa menampung pedagang yang kerap berjualan di pinggir jalan. ”Harapannya begitu, kami anggarkan untuk dana revitalisasi senilai Rp 3,5 miliar,” kata Wali Kota Malang Sutiaji. Untuk konsep bangunan pasar yang mendapat revitalisasi, dia menyebut tidak akan jauh berbeda dengan beberapa pasar yang sudah mendapat perbaikan. Selain bertujuan memindahkan pedagang kembali ke dalam pasar, pemkot juga berharap proses revitalisasi itu bisa menambah jumlah pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga:  Generasi Milenial yang Geluti Pramuka Jadi Pendorong Prestasi Bidang Lain

Sejauh ini, di Kota Malang masih ada dua pasar yang menyandang status Pasar SNI. Dua pasar itu adalah Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Kasin. Untuk bisa menyandang status tersebut, pemkot perlu melengkapi pasar dengan sejumlah fasilitas. Seperti saluran drainase hingga sirkulasi udara yang memadai. ”Tak hanya itu saja, ada juga penambahan fasilitas seperti ruang laktasi, area loading hingga fasilitas seperti trolley harus tersedia,” beber Sutiaji.

Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyebut bahwa pihaknya sudah memberikan lampu hijau terhadap revitalisasi di Pasar Kebalen. Plotting anggaran sebesar Rp 3,5 miliar menurutnya juga sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran Dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2023.

Baca Juga:  Empat Bulan, Kota Malang Sedot 5.000 Wisatawan Asing

”Tinggal dimasukkan dalam rancangan APBD 2023 saja, namun tetap saja planning lain seperti relokasi pedagang harus dipikirkan oleh pemkot,” saran Made.

Dia berharap untuk revitalisasi bisa sesuai dengan apa yang diharapkan pedagang. Ke depan, Made menyebut bila Pemkot yang masih punya waktu untuk melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Begitu juga dengan penyiapan tempat relokasi sementara bagi pedagang saat revitalisasi dilakukan. Pihaknya tak ingin nasib Pasar Kebalen serupa seperti Pasar Kedungkandang, yang belum bisa mengakomodasi pedagang untuk masuk ke dalam pasar.

Selanjutnya, politisi PDI Perjuangan itu juga ingin kualitas bangunan pasar mendapat perhatian. Dia mewanti-wanti agar proses yang memakan anggaran cukup besar justru menimbulkan keluhan baru.

”Kami berharap bisa sesuai rencana pembangunan, semua pedagang harus dapat bagian (lapak),” tandas Made. (adn/by)

MALANG KOTA – Revitalisasi pasar tradisional kembali direncanakan Pemkot Malang. Setelah Pasar Kedungkandang dapat jatah revitalisasi di tahun ini, ada Pasar Kebalen yang juga dapat jatah serupa. Namun realisasinya baru dilakukan tahun depan. Revitalisasi pasar yang terletak di Jalan Zaenal Zakse, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang itu terbilang mendesak.

Sebab para pedagang yang ada di pinggir jalan kerap menyebabkan kemacetan di jam-jam tertentu. Lapak pedagang hampir menutupi separo jalan. Padahal, di dalam pasar tersebut masih banyak ruang yang cukup untuk lapak pedagang. Berkaca dari masalah tersebut, revitalisasi pasar perlu dilakukan.

Agar bisa menampung pedagang yang kerap berjualan di pinggir jalan. ”Harapannya begitu, kami anggarkan untuk dana revitalisasi senilai Rp 3,5 miliar,” kata Wali Kota Malang Sutiaji. Untuk konsep bangunan pasar yang mendapat revitalisasi, dia menyebut tidak akan jauh berbeda dengan beberapa pasar yang sudah mendapat perbaikan. Selain bertujuan memindahkan pedagang kembali ke dalam pasar, pemkot juga berharap proses revitalisasi itu bisa menambah jumlah pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga:  Denda Puluhan Juta Ancam Twenty Lounge

Sejauh ini, di Kota Malang masih ada dua pasar yang menyandang status Pasar SNI. Dua pasar itu adalah Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Kasin. Untuk bisa menyandang status tersebut, pemkot perlu melengkapi pasar dengan sejumlah fasilitas. Seperti saluran drainase hingga sirkulasi udara yang memadai. ”Tak hanya itu saja, ada juga penambahan fasilitas seperti ruang laktasi, area loading hingga fasilitas seperti trolley harus tersedia,” beber Sutiaji.

Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyebut bahwa pihaknya sudah memberikan lampu hijau terhadap revitalisasi di Pasar Kebalen. Plotting anggaran sebesar Rp 3,5 miliar menurutnya juga sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran Dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2023.

Baca Juga:  Perkuat Sanitasi, Tujuh Kelurahan Kota Malang Disuntik Dana Pusat

”Tinggal dimasukkan dalam rancangan APBD 2023 saja, namun tetap saja planning lain seperti relokasi pedagang harus dipikirkan oleh pemkot,” saran Made.

Dia berharap untuk revitalisasi bisa sesuai dengan apa yang diharapkan pedagang. Ke depan, Made menyebut bila Pemkot yang masih punya waktu untuk melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Begitu juga dengan penyiapan tempat relokasi sementara bagi pedagang saat revitalisasi dilakukan. Pihaknya tak ingin nasib Pasar Kebalen serupa seperti Pasar Kedungkandang, yang belum bisa mengakomodasi pedagang untuk masuk ke dalam pasar.

Selanjutnya, politisi PDI Perjuangan itu juga ingin kualitas bangunan pasar mendapat perhatian. Dia mewanti-wanti agar proses yang memakan anggaran cukup besar justru menimbulkan keluhan baru.

”Kami berharap bisa sesuai rencana pembangunan, semua pedagang harus dapat bagian (lapak),” tandas Made. (adn/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/