22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Fokus Lingkungan, SMPK Frateran Celaket 21 Jadi Sekolah Penggerak

MALANG KOTA – Berkat keseriusannya menjaga lingkungan, SMPK Frateran Celaket 21 Kota Malang lolos seleksi Program Sekolah Penggerak (PSP). Sekolah yang dipimpin oleh Fr. M. Yohanes Laga Payong BHK SFil MPd itu masuk angkatan pertama di Kota Malang.

Kepala SMPK Frateran Celaket 21 Fr. M. Yohanes Laga Payong BHK SFil MPd memaparkan alasan pentingnya menjaga lingkungan di sekolah. Karena itu, suasana dan lingkungan pembelajaran yang kondusif ini mulai ditekankan sejak siswa mengikuti orientasi pada setiap tahun ajaran baru.

“Ketika bergabung dengan SMPK Frateran, semua menjadi keluarga baru. Apa pun perbedaan latar belakang seperti ras, suku, dan agama, ketika masuk di sini semua keluarga,” katanya.

Baca Juga:  Jumlah Penduduk Sedikit, Klojen Tetap Paling Padat

Dengan adanya penekanan pihak sekolah mulai awal itu, tercipta lingkungan pembelajaran kondusif. Manfaatnya, seluruh warga sekolah saling menghargai satu sama lain.

Selain fokus pada lingkungan, ada Sumber Daya Manusia (SDM) dari tenaga pendidik dan kependidikan yang bekerja sebagai team work untuk mendukung sekolah penggerak.

Selain itu, inovasi digitalisasi perpustakaan menjadi orientasi untuk pembenahan ketika menjalankan program sekolah pengerak. “Ke depan, kami ingin mengajarkan siswa membuat produk lokal. Seperti membuat batik dan topeng Malangan. Selain itu, motivasi kami ikut sekolah penggerak juga untuk memunculkan inovasi baru,” tutur Yohanes.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, latar belakang sekolahnya mengikuti program Sekolah Penggerak karena sebagai lembaga pendidikan dia ingin bergerak maju. Tujuannya agar terus memberikan layanan optimal kepada peserta didik. “Meski guru di sini S1 atau S2, harus selalu belajar menciptakan inovasi yang baru,” tegas Yohanes. (adk/dan)

MALANG KOTA – Berkat keseriusannya menjaga lingkungan, SMPK Frateran Celaket 21 Kota Malang lolos seleksi Program Sekolah Penggerak (PSP). Sekolah yang dipimpin oleh Fr. M. Yohanes Laga Payong BHK SFil MPd itu masuk angkatan pertama di Kota Malang.

Kepala SMPK Frateran Celaket 21 Fr. M. Yohanes Laga Payong BHK SFil MPd memaparkan alasan pentingnya menjaga lingkungan di sekolah. Karena itu, suasana dan lingkungan pembelajaran yang kondusif ini mulai ditekankan sejak siswa mengikuti orientasi pada setiap tahun ajaran baru.

“Ketika bergabung dengan SMPK Frateran, semua menjadi keluarga baru. Apa pun perbedaan latar belakang seperti ras, suku, dan agama, ketika masuk di sini semua keluarga,” katanya.

Baca Juga:  Ikut Jadi Bahan Meme Viral, Kajari Kota Malang Bilang Begini…

Dengan adanya penekanan pihak sekolah mulai awal itu, tercipta lingkungan pembelajaran kondusif. Manfaatnya, seluruh warga sekolah saling menghargai satu sama lain.

Selain fokus pada lingkungan, ada Sumber Daya Manusia (SDM) dari tenaga pendidik dan kependidikan yang bekerja sebagai team work untuk mendukung sekolah penggerak.

Selain itu, inovasi digitalisasi perpustakaan menjadi orientasi untuk pembenahan ketika menjalankan program sekolah pengerak. “Ke depan, kami ingin mengajarkan siswa membuat produk lokal. Seperti membuat batik dan topeng Malangan. Selain itu, motivasi kami ikut sekolah penggerak juga untuk memunculkan inovasi baru,” tutur Yohanes.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, latar belakang sekolahnya mengikuti program Sekolah Penggerak karena sebagai lembaga pendidikan dia ingin bergerak maju. Tujuannya agar terus memberikan layanan optimal kepada peserta didik. “Meski guru di sini S1 atau S2, harus selalu belajar menciptakan inovasi yang baru,” tegas Yohanes. (adk/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/