23.4 C
Malang
Jumat, Februari 16, 2024

-MENGURAI MASALAH HALTE RUSAK DI KOTA MALANG-

Perlu Diimbangi dengan Perbaikan Sistem Angkot

MINAT masyarakat untuk naik angkot kian hari makin menurun. Bahkan selama enam tahun terakhir sejak ojek online (ojol) menyerang. Hal itu bisa menjadi penyebab halte-halte di Kota Malang rusak karena masyarakat perlahan meninggalkan angkot.

Ditambah lagi selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir, masyarakat untuk melakukan bepergian dengan angkot semakin menurun. Pakar Tata Ruang Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Dr Ir Ibnu Sasongko MT berpendapat kondisi halte di Kota Malang saat ini yang rusak mendesak dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut bisa dilakukan Pemkot Malang bersama perangkat lain. Misalnya saja mahasiswa atau seniman untuk memperindah halte.

”Bisa juga dengan (pihak) swasta melalui program CSR (Corporate Social Responsibility),” kata Ibnu. Jika halte telah diperbaiki, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah kampanye penggunaan angkutan umum. Namun harus disertai dengan perbaikan layanan angkot. Itu karena angkot dan halte sudah menjadi jaringan transportasi yang terintegrasi.

Baca Juga:  Jaga Semangat Belajar Siswa, Ini Yang Dilakukan SMP BSS Malang

Di sisi lain, penataan halte juga perlu dipikirkan pemkot. Sebab, hanya dengan itu halte bisa terawat dan nyaman untuk digunakan. ”Karena halte akan berfungsi kalau angkot diminati. Ini pekerjaan rumah yang berat dan tak mudah menjadikannya nyaman dan tertib,” tuturnya.

Pernyataan Ibnu itu juga sama dengan yang disampaikan Dosen Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) Prof Surjono. Menurut dia, kondisi angkot harus diperbaiki, sehingga penggunanya kembali meningkat. Apalagi macet yang kerap dikeluhkan bisa teratasi.

Di samping itu, manajemen angkot juga perlu dikelola dengan lebih baik. Ini untuk mencegah sopir yang kerja setoran, digaji oleh manajemen, dan tepat waktu. ”Angkot harus bisa berubah menjadi moda transport yang kompetitif dengan jadwal dan rute yang pasti. Bisa meniru manajemen bus kota di negara tetangga,” ucap dia. Dengan begitu, masalah halte yang selama ini dianggap hanya sebagian kecil ternyata memiliki fungsi lebih. (mel/adn)

MINAT masyarakat untuk naik angkot kian hari makin menurun. Bahkan selama enam tahun terakhir sejak ojek online (ojol) menyerang. Hal itu bisa menjadi penyebab halte-halte di Kota Malang rusak karena masyarakat perlahan meninggalkan angkot.

Ditambah lagi selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir, masyarakat untuk melakukan bepergian dengan angkot semakin menurun. Pakar Tata Ruang Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Dr Ir Ibnu Sasongko MT berpendapat kondisi halte di Kota Malang saat ini yang rusak mendesak dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut bisa dilakukan Pemkot Malang bersama perangkat lain. Misalnya saja mahasiswa atau seniman untuk memperindah halte.

”Bisa juga dengan (pihak) swasta melalui program CSR (Corporate Social Responsibility),” kata Ibnu. Jika halte telah diperbaiki, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah kampanye penggunaan angkutan umum. Namun harus disertai dengan perbaikan layanan angkot. Itu karena angkot dan halte sudah menjadi jaringan transportasi yang terintegrasi.

Baca Juga:  Ada Gerak Mencurigakan, Lapas Lowokwaru Malang Terbangkan Drone

Di sisi lain, penataan halte juga perlu dipikirkan pemkot. Sebab, hanya dengan itu halte bisa terawat dan nyaman untuk digunakan. ”Karena halte akan berfungsi kalau angkot diminati. Ini pekerjaan rumah yang berat dan tak mudah menjadikannya nyaman dan tertib,” tuturnya.

Pernyataan Ibnu itu juga sama dengan yang disampaikan Dosen Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) Prof Surjono. Menurut dia, kondisi angkot harus diperbaiki, sehingga penggunanya kembali meningkat. Apalagi macet yang kerap dikeluhkan bisa teratasi.

Di samping itu, manajemen angkot juga perlu dikelola dengan lebih baik. Ini untuk mencegah sopir yang kerja setoran, digaji oleh manajemen, dan tepat waktu. ”Angkot harus bisa berubah menjadi moda transport yang kompetitif dengan jadwal dan rute yang pasti. Bisa meniru manajemen bus kota di negara tetangga,” ucap dia. Dengan begitu, masalah halte yang selama ini dianggap hanya sebagian kecil ternyata memiliki fungsi lebih. (mel/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/