30.9 C
Malang
Sabtu, April 6, 2024

Home Industry Tusuk Sate Hangus, Rp 60 Juta Melayang

MALANG KOTA- Kepanikan melanda warga di sekitar Jalan Terusan Soekarno Hatta Barat, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru kemarin sore (4/11). Saat itu, sebuah pabrik rumahan pembuat tusuk sate terbakar hebat. Ratusan juta rupiah melayang akibat peristiwa yang diduga terjadi karena korsleting listrik tersebut.

Api yang membakar home industry milik Nanang Adrianto, 53, itu mulai terlihat pada pukul 14.45. Begitu pi membesar, tembok kayu di bagian depan bangunan semi permanen itu roboh. Sebagian warga mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu gagal. Sebab, api sudah terlalu besar, melalap bagian depan pabrik yang berdiri di bawah tiang listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) tersebut.

Saat kebakaran terjadi, Nanang sedang tidak berada di lokasi kejadian. ”Waktu itu saya habis salat asar. Tiba-tiba dapat kabar pabrik sudah terbakar,” kata Nanang saat ditemui di lokasi kejadian. Luas bangunan yang terbakar itu diperkirakan sekitar 200 meter persegi. Bangunan terbagi menjadi dua blok, Sisi timur untuk mebel, sedangkan sisi barat untuk industri tusuk sate yang dilalap si jago merah. Di dalam bangunan ada sekitar enam mesin peruncing kayu dan tumpukan kayu-kayu untuk pembuatan tusuk sate.

Baca Juga:  Urai 3 Problem Klasik, Dewan Bentuk Pansus

Nanang menambahkan, pada saat terjadi kebakaran tidak ada pegawai yang bekerja. Kemari dia bekerja sendiri menyelesaikan pesanan 1 ton tusuk sate yang akan dikirim ke Kota Salatiga, Jawa Tengah. Sekitar 5 kuintal tusuk sate sudah ada di rumahnya untuk dikemas, Sisanya sedang diselesaikan di pabrik. Karena tidak ada pegawai yang bekerja pada hari Minggu, Nanang berkesimpulan kebakaran tersebut tidak disebabkan karena puntung rokok yang tertinggal. Dia menduga kebakaran disebabkan korsleting listrik.

Di pabrik itu memang terdapat dua instalasi listrik. Satu di bagian belakang, satunya di depan. ”Yang di depan itu pindahan dari yang sisi mebel. Dipindah sama orang PLN ke bagian depan. Kemungkinan yang di depan itu korsleting,” ujar dia.

Baca Juga:  Dua Motor Tabrakan, Tercium Bau Miras

Komandan Regu 2 UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang Anang Yuwono juga menduga terjadi hubungan arus pendek karena perbedaan voltase. ”Instalasi depan itu tersambung langsung ke SUTET. kuat dugaan meteran dan sekringnya tidak kuat,” ucap dia.

Kabel tersebut juga tersambung langsung ke mesin peruncing. Itulah yang disebut-sebut menyebabkan kebakaran. Tim pemadam juga tidak menemukan sisa puntung rokok di dekat tusuk sate yang terbakar. Empat mobil pemadam kebakaran yang dikirim langsung melakukan pemadaman. Diperkirakan kerugian materi akibat kejadian itu mencapai Rp 60 juta. Tanpa korban luka dan jiwa. (biy/fat)

MALANG KOTA- Kepanikan melanda warga di sekitar Jalan Terusan Soekarno Hatta Barat, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru kemarin sore (4/11). Saat itu, sebuah pabrik rumahan pembuat tusuk sate terbakar hebat. Ratusan juta rupiah melayang akibat peristiwa yang diduga terjadi karena korsleting listrik tersebut.

Api yang membakar home industry milik Nanang Adrianto, 53, itu mulai terlihat pada pukul 14.45. Begitu pi membesar, tembok kayu di bagian depan bangunan semi permanen itu roboh. Sebagian warga mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu gagal. Sebab, api sudah terlalu besar, melalap bagian depan pabrik yang berdiri di bawah tiang listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) tersebut.

Saat kebakaran terjadi, Nanang sedang tidak berada di lokasi kejadian. ”Waktu itu saya habis salat asar. Tiba-tiba dapat kabar pabrik sudah terbakar,” kata Nanang saat ditemui di lokasi kejadian. Luas bangunan yang terbakar itu diperkirakan sekitar 200 meter persegi. Bangunan terbagi menjadi dua blok, Sisi timur untuk mebel, sedangkan sisi barat untuk industri tusuk sate yang dilalap si jago merah. Di dalam bangunan ada sekitar enam mesin peruncing kayu dan tumpukan kayu-kayu untuk pembuatan tusuk sate.

Baca Juga:  Soal Angkot Listrik, Pemkot Jajaki Perusahaan Jepang

Nanang menambahkan, pada saat terjadi kebakaran tidak ada pegawai yang bekerja. Kemari dia bekerja sendiri menyelesaikan pesanan 1 ton tusuk sate yang akan dikirim ke Kota Salatiga, Jawa Tengah. Sekitar 5 kuintal tusuk sate sudah ada di rumahnya untuk dikemas, Sisanya sedang diselesaikan di pabrik. Karena tidak ada pegawai yang bekerja pada hari Minggu, Nanang berkesimpulan kebakaran tersebut tidak disebabkan karena puntung rokok yang tertinggal. Dia menduga kebakaran disebabkan korsleting listrik.

Di pabrik itu memang terdapat dua instalasi listrik. Satu di bagian belakang, satunya di depan. ”Yang di depan itu pindahan dari yang sisi mebel. Dipindah sama orang PLN ke bagian depan. Kemungkinan yang di depan itu korsleting,” ujar dia.

Baca Juga:  Tingkatkan Kemandirian Warga Tuban, Pertamina Beri Pelatihan dan Alat Jahit

Komandan Regu 2 UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang Anang Yuwono juga menduga terjadi hubungan arus pendek karena perbedaan voltase. ”Instalasi depan itu tersambung langsung ke SUTET. kuat dugaan meteran dan sekringnya tidak kuat,” ucap dia.

Kabel tersebut juga tersambung langsung ke mesin peruncing. Itulah yang disebut-sebut menyebabkan kebakaran. Tim pemadam juga tidak menemukan sisa puntung rokok di dekat tusuk sate yang terbakar. Empat mobil pemadam kebakaran yang dikirim langsung melakukan pemadaman. Diperkirakan kerugian materi akibat kejadian itu mencapai Rp 60 juta. Tanpa korban luka dan jiwa. (biy/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/