25.4 C
Malang
Jumat, Februari 9, 2024

Penjualan Sektor Otomotif Diprediksi Meningkat

MALANG KOTA – Meski tahun 2023 dibayang-bayangi resesi ekonomi, tapi industri otomotif optimistis bakal tumbuh. Diperkirakan, penjualan otomotif tahun ini bakal terdongkrak 10-20 persen.

Hal itu diucapkan oleh Branch Manager Wuling Motors Malang Ibadur Rohman, kemarin (4/1). “Memang penjualan tahun 2022 lalu ada kenaikan sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya (2021),” tutur Rohman.

Dengan kenaikan tersebut, industri otomotif memprediksi kenaikannya akan berlanjut hingga tahun ini.

Disinggung mengenai pelanggan di Kota Malang, Rohman mengatakan, rata-rata konsumennya berasal non-formal, misalnya sektor family. Hal itu diyakini akan berdampak terhadap penjualan industri otomotif. ”Kalangan keluarga banyak yang membutuhkan kendaraan untuk bepergian bersama-sama,” sambungnya.

Adapun jenis kendaraan yang laris manis adalah tipe Confero. Sebab, tipe ini low budget namun bisa menampung kapasitas banyak. “Selain itu, di tahun 2022 lalu, penjualan kami didominasi oleh tipe Air EV atau mobil listrik. Dari prediksi kami, EV menyumbang penjualan hampir 50 persen selama tahun kemarin,” paparnya.

Baca Juga:  Imbas Larangan Mudik, Masa Berlaku Rapid Test Antigen Cuma 1x24 Jam

Dengan mobil listrik ini juga, dia berharap pada 2023 ini tetap mampu mendongkrak penjualan. Apalagi sudah ada instruksi dari Presiden RI Joko Widodo untuk mengkonversi kendaraan dari konvensional menuju listrik.

“Yang jelas, hal seperti itu jadi angin segar bagi kami para pelaku industri otomotif. Harapannya, semoga tahun ini bisa lebih baik dan ada ceruk baru dengan instruksi pemerintah pusat tersebut,” tegas dia.

Sales Supervisor Toyota Auto 2000 Sukun Malang Agung Rahkmawan juga menyebut hal yang sama. Tahun 2023 ini diprediksi akan menjadi jalan cerah bagi industri otomotif. “Kami optimistis tahun ini penjualan naik sekitar 20 persen,” tegas dia.

Prediksi itu, lanjutnya, dihitung berdasarkan siklus penjualan selama enam bulan terakhir pada 2022 lalu. (fif/dan)

MALANG KOTA – Meski tahun 2023 dibayang-bayangi resesi ekonomi, tapi industri otomotif optimistis bakal tumbuh. Diperkirakan, penjualan otomotif tahun ini bakal terdongkrak 10-20 persen.

Hal itu diucapkan oleh Branch Manager Wuling Motors Malang Ibadur Rohman, kemarin (4/1). “Memang penjualan tahun 2022 lalu ada kenaikan sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya (2021),” tutur Rohman.

Dengan kenaikan tersebut, industri otomotif memprediksi kenaikannya akan berlanjut hingga tahun ini.

Disinggung mengenai pelanggan di Kota Malang, Rohman mengatakan, rata-rata konsumennya berasal non-formal, misalnya sektor family. Hal itu diyakini akan berdampak terhadap penjualan industri otomotif. ”Kalangan keluarga banyak yang membutuhkan kendaraan untuk bepergian bersama-sama,” sambungnya.

Adapun jenis kendaraan yang laris manis adalah tipe Confero. Sebab, tipe ini low budget namun bisa menampung kapasitas banyak. “Selain itu, di tahun 2022 lalu, penjualan kami didominasi oleh tipe Air EV atau mobil listrik. Dari prediksi kami, EV menyumbang penjualan hampir 50 persen selama tahun kemarin,” paparnya.

Baca Juga:  Imbas Larangan Mudik, Masa Berlaku Rapid Test Antigen Cuma 1x24 Jam

Dengan mobil listrik ini juga, dia berharap pada 2023 ini tetap mampu mendongkrak penjualan. Apalagi sudah ada instruksi dari Presiden RI Joko Widodo untuk mengkonversi kendaraan dari konvensional menuju listrik.

“Yang jelas, hal seperti itu jadi angin segar bagi kami para pelaku industri otomotif. Harapannya, semoga tahun ini bisa lebih baik dan ada ceruk baru dengan instruksi pemerintah pusat tersebut,” tegas dia.

Sales Supervisor Toyota Auto 2000 Sukun Malang Agung Rahkmawan juga menyebut hal yang sama. Tahun 2023 ini diprediksi akan menjadi jalan cerah bagi industri otomotif. “Kami optimistis tahun ini penjualan naik sekitar 20 persen,” tegas dia.

Prediksi itu, lanjutnya, dihitung berdasarkan siklus penjualan selama enam bulan terakhir pada 2022 lalu. (fif/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/