22.6 C
Malang
Rabu, Februari 14, 2024

Dana Banpol Naik Dua Kali Lipat, Rp 15.000 per Suara & PDIP Terima Rp 1,6 M

MALANG KOTA – Sebanyak 10 partai politik (parpol) di Kota Malang bisa tersenyum lebar. Sebab, alokasi dana bantuan politik (banpol) dari pemerintah untuk parpol meningkat 100 persen. Jika sebelumnya dijatah Rp 7.500 per suara, kini meningkat dua kali lipat, sehingga menjadi Rp 15.000 per suara.

Kenaikan dana hibah tersebut berdampak pada jatah yang diterima masing-masing parpol peserta pemilu. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menguasai 12 kursi di parlemen misalnya, tahun ini menerima Rp 1,6 miliar. Sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berada di urutan kedua kebagian Rp 984 juta, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat Rp 555 juta (selengkapnya baca grafis).

Untuk 10 parpol, total dana banpol yang cair mencapai Rp 6,5 miliar. Meningkat jika dibandingkan jatah tahun lalu yang berkisar Rp 3,2 miliar. ”Ada kenaikan (dana bantuan parpol) tahun ini karena pada 2021 lalu sudah berencana menaikkan untuk meningkatkan kapasitas kader,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Rinawati, kemarin (1/9).

Baca Juga:  PSMTI-PITI Tebar Aksi Sosial Suntik Gratis Vitamin C

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menjelaskan, beberapa tahun ini ada kenaikan dana banpol terus menerus. Sejak 2014 hingga 2019 lalu, alokasi untuk banpol hanya Rp 1.756 per suara. Kemudian ada kenaikan pada 2020 lalu menjadi Rp 3.500 per suara. Sementara tahun 2021, Pemkot Malang mengajukan kenaikan menjadi Rp 7.500 setiap suara.

Di Kota Malang, kata Rinawati, ada 10 parpol yang mendapatkan hibah bantuan tersebut dengan total raihan 436 ribu suara. Untuk jumlah suara yang ada sesuai Pilkada tahun 2019 lalu, kata Rinawati, dari PDIP mendulang suara terbanyak, yakni 109 ribu suara.

Sesuai Permendagri 18 tahun 2020, bantuan keuangan ini bersumber dari APBD yang diberikan secara proporsional kepada parpol yang mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten/Kota yang perhitungannya berdasarkan perolehan jumlah suara sah hasil pemilu.

Baca Juga:  Parpol Berebut 2,8 Juta Calon Pemilih

”Paling besar memang PDIP mendapat Rp 1,6 miliar pada tahun ini,” ungkap mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang itu.

Tak hanya untuk meningkatkan kapasitas kader, dia mengatakan, dana hibah itu bisa digunakan untuk edukasi ke masyarakat tentang tata cara politik. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui bagaimana berpolitik. Begitu juga dengan kehidupan parpol.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang Fathullah menjelaskan, dana hibah dari pemkot sangat membantu kegiatan parpol. Bahkan penggunaan anggaran itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu. ”Sudah ada pendidikan politik (untuk kader) dan itu masih berlangsung,” katanya.

Fathullah menambahkan, pendidikan politik untuk para kader sangat diperlukan. Tak hanya untuk kader yang ada di kursi dewan, namun juga untuk kader yang ingin terjun ke dunia politik. Dengan cara itu, PKB optimistis bisa mendulang suara lebih banyak pada Pemilu 2024 mendatang. (adn/dan)

MALANG KOTA – Sebanyak 10 partai politik (parpol) di Kota Malang bisa tersenyum lebar. Sebab, alokasi dana bantuan politik (banpol) dari pemerintah untuk parpol meningkat 100 persen. Jika sebelumnya dijatah Rp 7.500 per suara, kini meningkat dua kali lipat, sehingga menjadi Rp 15.000 per suara.

Kenaikan dana hibah tersebut berdampak pada jatah yang diterima masing-masing parpol peserta pemilu. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menguasai 12 kursi di parlemen misalnya, tahun ini menerima Rp 1,6 miliar. Sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berada di urutan kedua kebagian Rp 984 juta, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat Rp 555 juta (selengkapnya baca grafis).

Untuk 10 parpol, total dana banpol yang cair mencapai Rp 6,5 miliar. Meningkat jika dibandingkan jatah tahun lalu yang berkisar Rp 3,2 miliar. ”Ada kenaikan (dana bantuan parpol) tahun ini karena pada 2021 lalu sudah berencana menaikkan untuk meningkatkan kapasitas kader,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Rinawati, kemarin (1/9).

Baca Juga:  Lama Tutup, Tarekot Masih Jadi Destinasi Wisata Favorit Warga

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menjelaskan, beberapa tahun ini ada kenaikan dana banpol terus menerus. Sejak 2014 hingga 2019 lalu, alokasi untuk banpol hanya Rp 1.756 per suara. Kemudian ada kenaikan pada 2020 lalu menjadi Rp 3.500 per suara. Sementara tahun 2021, Pemkot Malang mengajukan kenaikan menjadi Rp 7.500 setiap suara.

Di Kota Malang, kata Rinawati, ada 10 parpol yang mendapatkan hibah bantuan tersebut dengan total raihan 436 ribu suara. Untuk jumlah suara yang ada sesuai Pilkada tahun 2019 lalu, kata Rinawati, dari PDIP mendulang suara terbanyak, yakni 109 ribu suara.

Sesuai Permendagri 18 tahun 2020, bantuan keuangan ini bersumber dari APBD yang diberikan secara proporsional kepada parpol yang mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten/Kota yang perhitungannya berdasarkan perolehan jumlah suara sah hasil pemilu.

Baca Juga:  Airlangga: Kunci Golkar Menang Mutlak di Indonesia Timur ada di Sulsel

”Paling besar memang PDIP mendapat Rp 1,6 miliar pada tahun ini,” ungkap mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang itu.

Tak hanya untuk meningkatkan kapasitas kader, dia mengatakan, dana hibah itu bisa digunakan untuk edukasi ke masyarakat tentang tata cara politik. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui bagaimana berpolitik. Begitu juga dengan kehidupan parpol.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang Fathullah menjelaskan, dana hibah dari pemkot sangat membantu kegiatan parpol. Bahkan penggunaan anggaran itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu. ”Sudah ada pendidikan politik (untuk kader) dan itu masih berlangsung,” katanya.

Fathullah menambahkan, pendidikan politik untuk para kader sangat diperlukan. Tak hanya untuk kader yang ada di kursi dewan, namun juga untuk kader yang ingin terjun ke dunia politik. Dengan cara itu, PKB optimistis bisa mendulang suara lebih banyak pada Pemilu 2024 mendatang. (adn/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/