27.6 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

Diserbu Wisatawan, Lumbung Stroberi Kekurangan Buah

BATU – Destinasi wisata Lumbung Stroberi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji kekurangan buah. Karena jumlah wisatawan yang datang melonjak drastis.

Salah seorang pengelola Lumbung Stroberi Devrans Riyan Maulana mengatakan, jumlah kunjungan mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Saat ini kami bisa menjual 150 tiket setiap harinya. Sementara itu, pada hari biasa hanya berkisar 50 tiket yang terjual,” jelasnya pada koran ini, Senin (25/12). Pengunjung yang membeludak tersebut membuat pihak pengelola kewalahan. Namun hal tersebut dapat ditangani dengan baik.

Tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung membuat stok buah stroberi di kebun menurun drastis. “Minimnya buah ini juga disebabkan oleh cuaca yang kurang mendukung. Sehingga tanaman stroberi tidak cepat berbuah,” ucapnya. Kondisi tersebut membuat mayoritas kebun tak memiliki buah untuk dipetik. Beberapa di antaranya juga ada yang belum siap panen.

Baca Juga:  Segera, Lahir Kecamatan Baru di Kota Batu

Riyan mengatakan, Lumbung Stroberi telah bekerja sama dengan 10 kebun petani. Dua di antaranya hanya digunakan sebagai stroberi box atau stroberi fresh. “Jadi hanya 8 kebun yang bisa digunakan sebagai wisata petik stroberi,” ucapnya. Pada hari biasanya setiap kebunnya bisa dipanen sebanyak 14-15 kilogram. Namun dengan banyaknya wisatawan dan cuaca yang tak mendukung, untuk satu kebun hanya bisa dipanen sebanyak 1 kilogram.

Meskipun kekurangan buah, Riyan mengatakan tidak akan menutup kunjungan ke Lumbung Stroberi. “Namun kita hanya akan menerima pengunjung yang telah melakukan reservasi 2 hari sebelum kedatangan,” katanya. Jika ada tamu yang ingin reservasi lagi, maka akan jelaskan mengenai kondisi buahnya terlebih dahulu. Kalau untuk pengunjung reguler yang langsung datang, maka akan diajak untuk melakukan survey lahan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Serunya Hari Terakhir Libur Sekolah

Di lain sisi, salah seorang pengunjung Laila Fitria mengatakan, kunjungannya ke Lumbung Stroberi merupakan salah satu rencana liburannya ke Kota Batu ketika libur natal. Laila datang bersama dengan suami dan anaknya. “Berkunjung ke wisata petik stroberi membuat anak saya senang. Suhu dan udara di sini juga nyaman,” ucapnya. Tak hanya dapat memetik stroberi dan memakannya, Laila juga mendapat pengetahuan mengenai tanaman stroberi. Wisatawan asal Surabaya tersebut berharap dapat berkunjung lagi suatu saat nanti. (sif/lid)

BATU – Destinasi wisata Lumbung Stroberi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji kekurangan buah. Karena jumlah wisatawan yang datang melonjak drastis.

Salah seorang pengelola Lumbung Stroberi Devrans Riyan Maulana mengatakan, jumlah kunjungan mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Saat ini kami bisa menjual 150 tiket setiap harinya. Sementara itu, pada hari biasa hanya berkisar 50 tiket yang terjual,” jelasnya pada koran ini, Senin (25/12). Pengunjung yang membeludak tersebut membuat pihak pengelola kewalahan. Namun hal tersebut dapat ditangani dengan baik.

Tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung membuat stok buah stroberi di kebun menurun drastis. “Minimnya buah ini juga disebabkan oleh cuaca yang kurang mendukung. Sehingga tanaman stroberi tidak cepat berbuah,” ucapnya. Kondisi tersebut membuat mayoritas kebun tak memiliki buah untuk dipetik. Beberapa di antaranya juga ada yang belum siap panen.

Baca Juga:  Polisi Amankan Sopir Truk Pemicu Kecelakaan Beruntun Di Batu

Riyan mengatakan, Lumbung Stroberi telah bekerja sama dengan 10 kebun petani. Dua di antaranya hanya digunakan sebagai stroberi box atau stroberi fresh. “Jadi hanya 8 kebun yang bisa digunakan sebagai wisata petik stroberi,” ucapnya. Pada hari biasanya setiap kebunnya bisa dipanen sebanyak 14-15 kilogram. Namun dengan banyaknya wisatawan dan cuaca yang tak mendukung, untuk satu kebun hanya bisa dipanen sebanyak 1 kilogram.

Meskipun kekurangan buah, Riyan mengatakan tidak akan menutup kunjungan ke Lumbung Stroberi. “Namun kita hanya akan menerima pengunjung yang telah melakukan reservasi 2 hari sebelum kedatangan,” katanya. Jika ada tamu yang ingin reservasi lagi, maka akan jelaskan mengenai kondisi buahnya terlebih dahulu. Kalau untuk pengunjung reguler yang langsung datang, maka akan diajak untuk melakukan survey lahan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Ciptakan Nama Minuman Rempah dengan Filosofi Khusus

Di lain sisi, salah seorang pengunjung Laila Fitria mengatakan, kunjungannya ke Lumbung Stroberi merupakan salah satu rencana liburannya ke Kota Batu ketika libur natal. Laila datang bersama dengan suami dan anaknya. “Berkunjung ke wisata petik stroberi membuat anak saya senang. Suhu dan udara di sini juga nyaman,” ucapnya. Tak hanya dapat memetik stroberi dan memakannya, Laila juga mendapat pengetahuan mengenai tanaman stroberi. Wisatawan asal Surabaya tersebut berharap dapat berkunjung lagi suatu saat nanti. (sif/lid)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/