22 C
Malang
Minggu, November 12, 2023

Hotel-Resto Siap Terima Telur dari Peternak Lokal Kota Batu

BATU – Pengelola hotel dan restoran di Kota Batu siap menerima telur ayam dari peternak di Kota Batu. Ini sebagai salah satu solusi untuk menyiasati harga yang tidak stabil. Karena selama ini peternak ayam petelur di Kota Batu mengeluhkan harga pakan yang tinggi dan harga jual telur yang tidak stabil. Salah satu opsi yang mungkin bisa dicoba peternak adalah dengan menyuplai kebutuhan restoran dan hotel yang ada di Kota Batu.

 

Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Ludi Tanarto mengatakan jika kualitas telur para peternak di Batu tergolong bagus dan mampu memenuhi spesifikasi restoran dan hotel. “Karena udaranya sejuk dan pemberian pakan yang intensif,” katanya. Namun menurut dia, selama ini belum ada upaya ke arah sana.

 

Menurutnya bukan hal yang mustahil kerja sama kedua belah pihak itu bisa terwujud. Tinggal bagaimana dinas terkait mewadahi keduanya. “Karena kalau tiba-tiba peternak datang ke hotel kan juga kayak gimana gitu,” ujarnya. Jadi di situlah pentingnya kehadiran pemerintah.

Baca Juga:  Stop Naikkan Tarif Parkir, Ketua Dewan Minta Dikaji Lebih Dulu

 

Karena bisa memotong rantai distribusi, diharapkan harga dari peternak bisa mengalami kenaikan. “Dan ketika harga anjlok, misal Rp 18 ribu mereka bisa dibeli di angka Rp 20 ribu,” ungkapnya. Sehingga kerugian para peternak bisa diminimalisir.

 

Sementara itu, Sujud Hariadi, Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kota Batu mengatakan, jika Pemkot Batu melalui dinas terkait telah melakukan upaya agar produk lokal dan produk khas Kota Batu bisa diserap oleh hotel dan restoran di Batu. Sebagai pelaku usaha baik hotel, restoran dan taman rekreasi sudah melakukan sebagian kerja sama tersebut dengan petani lokal. “Seperti program satu tiket satu apel di taman rekreasi dan untuk welcome fruit di hotel rooms, hal itu merupakan contoh kerja sama  dengan petani apel,” katanya.

Baca Juga:  Status Sudah Kuning, Sekolah di Kota Batu Tetap Daring

 

Ia menegaskan bahwa sebagai pelaku usaha hotel, restoran maupun taman rekreasi bisa memenuhi permintaan untuk menyerap hasil petani atau peternak lokal. “Kami hanya meminta produsen lokal Batu bisa memenuhi kriteria standar untuk suplai  ke hotel dan resto, serta harga yang bersaing,” tuturnya pada Senin (22/5).

 

Selain itu, diperlukan juga konsistensi produksi, karena kebutuhan anggota PHRI cukup tinggi pada waktu-waktu tertentu, contohnya seperti liburan. “Bahkan khusus untuk buah apel lokal, kami membeli dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar,” imbuhnya. (iza/lid)

BATU – Pengelola hotel dan restoran di Kota Batu siap menerima telur ayam dari peternak di Kota Batu. Ini sebagai salah satu solusi untuk menyiasati harga yang tidak stabil. Karena selama ini peternak ayam petelur di Kota Batu mengeluhkan harga pakan yang tinggi dan harga jual telur yang tidak stabil. Salah satu opsi yang mungkin bisa dicoba peternak adalah dengan menyuplai kebutuhan restoran dan hotel yang ada di Kota Batu.

 

Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Ludi Tanarto mengatakan jika kualitas telur para peternak di Batu tergolong bagus dan mampu memenuhi spesifikasi restoran dan hotel. “Karena udaranya sejuk dan pemberian pakan yang intensif,” katanya. Namun menurut dia, selama ini belum ada upaya ke arah sana.

 

Menurutnya bukan hal yang mustahil kerja sama kedua belah pihak itu bisa terwujud. Tinggal bagaimana dinas terkait mewadahi keduanya. “Karena kalau tiba-tiba peternak datang ke hotel kan juga kayak gimana gitu,” ujarnya. Jadi di situlah pentingnya kehadiran pemerintah.

Baca Juga:  Status Sudah Kuning, Sekolah di Kota Batu Tetap Daring

 

Karena bisa memotong rantai distribusi, diharapkan harga dari peternak bisa mengalami kenaikan. “Dan ketika harga anjlok, misal Rp 18 ribu mereka bisa dibeli di angka Rp 20 ribu,” ungkapnya. Sehingga kerugian para peternak bisa diminimalisir.

 

Sementara itu, Sujud Hariadi, Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kota Batu mengatakan, jika Pemkot Batu melalui dinas terkait telah melakukan upaya agar produk lokal dan produk khas Kota Batu bisa diserap oleh hotel dan restoran di Batu. Sebagai pelaku usaha baik hotel, restoran dan taman rekreasi sudah melakukan sebagian kerja sama tersebut dengan petani lokal. “Seperti program satu tiket satu apel di taman rekreasi dan untuk welcome fruit di hotel rooms, hal itu merupakan contoh kerja sama  dengan petani apel,” katanya.

Baca Juga:  Apoteker Muda Jawa Timur Siap Menguatkan Kolaborasi

 

Ia menegaskan bahwa sebagai pelaku usaha hotel, restoran maupun taman rekreasi bisa memenuhi permintaan untuk menyerap hasil petani atau peternak lokal. “Kami hanya meminta produsen lokal Batu bisa memenuhi kriteria standar untuk suplai  ke hotel dan resto, serta harga yang bersaing,” tuturnya pada Senin (22/5).

 

Selain itu, diperlukan juga konsistensi produksi, karena kebutuhan anggota PHRI cukup tinggi pada waktu-waktu tertentu, contohnya seperti liburan. “Bahkan khusus untuk buah apel lokal, kami membeli dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar,” imbuhnya. (iza/lid)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/