25.2 C
Malang
Kamis, Februari 8, 2024

Dewan Imbau Petani Bidik Wisatawan untuk Ciptakan Nilai Tambah

BATU – Komisi DPRC Kota Batu mendorong para petani untuk menyasar wisatawan yang saat ini semakin membanjiri Kota Batu. Karena, potensi tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberi nilai tambah dari produk-produk pertanian.

 

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Sujono Djonet mengatakan, bertani saat ini tidak hanya persoalan menanam dari benih tanaman dan merawat tanaman. Para petani harus mulai berpikir penanganan pasca panen. Sehingga bisa meningkatkan nilai jual yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan petani.  ”Kehadiran wisatawan ke Kota Batu adalah sebuah pasar. Maka para petani harus bisa menangkap itu,” katanya, Rabu (14/6).

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu Harijadi Agung mengatakan, saat ini salah satu cara yang paling mudah menangkap segmen wisatawan ialah wisata petik atau wisata edukasi. “Ya dimassifkan kunjungan ke kebun petani,” katanya. Dengan model seperti itu, para petani bisa menjual harga yang lebih tinggi dari yang dibeli pemborong.

Baca Juga:  Tiga Hari, Belasan Ribu Wisatawan Singgah ke Kabupaten Malang

 

Selain itu, ada juga tiket masuk yang di berlakukan kepada pengunjung juga bisa menjadi sumber pemasukan. “Pengolahan lanjutan hasil panen juga bisa menambah nilai produk,” katanya. Misal wisata petik stroberi, bisa langsung dijadikan jus atau olahan lain sehingga meningkatkan harga jual lagi.

 

Biasanya dalam menyediakan wisata petik memerlukan lahan dan tanaman yang tidak sedikit. Maka di situlah, pentingnya bergabung dan berkoordinasi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) guna memenuhi suplai.

 

Menurutnya, saat ini, bila petani langsung menjual hasil panen secara langsung ke wisatawan maka akan kewalahan dengan para tengkulak. Tetapi jika mereka  mau mengolah hasil panen, baik hasil turunannya atau branding-nya  maka hal itu juga akan sangat bagus. “Kan juga tidak tahan terlalu lama, mungkin kalau  kentang dan wortel bisa,” katanya. (iza/lid)

BATU – Komisi DPRC Kota Batu mendorong para petani untuk menyasar wisatawan yang saat ini semakin membanjiri Kota Batu. Karena, potensi tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberi nilai tambah dari produk-produk pertanian.

 

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Sujono Djonet mengatakan, bertani saat ini tidak hanya persoalan menanam dari benih tanaman dan merawat tanaman. Para petani harus mulai berpikir penanganan pasca panen. Sehingga bisa meningkatkan nilai jual yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan petani.  ”Kehadiran wisatawan ke Kota Batu adalah sebuah pasar. Maka para petani harus bisa menangkap itu,” katanya, Rabu (14/6).

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu Harijadi Agung mengatakan, saat ini salah satu cara yang paling mudah menangkap segmen wisatawan ialah wisata petik atau wisata edukasi. “Ya dimassifkan kunjungan ke kebun petani,” katanya. Dengan model seperti itu, para petani bisa menjual harga yang lebih tinggi dari yang dibeli pemborong.

Baca Juga:  Wadahi Pergeseran Wisata, Shanaya Resort Tambah 56 Glamping

 

Selain itu, ada juga tiket masuk yang di berlakukan kepada pengunjung juga bisa menjadi sumber pemasukan. “Pengolahan lanjutan hasil panen juga bisa menambah nilai produk,” katanya. Misal wisata petik stroberi, bisa langsung dijadikan jus atau olahan lain sehingga meningkatkan harga jual lagi.

 

Biasanya dalam menyediakan wisata petik memerlukan lahan dan tanaman yang tidak sedikit. Maka di situlah, pentingnya bergabung dan berkoordinasi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) guna memenuhi suplai.

 

Menurutnya, saat ini, bila petani langsung menjual hasil panen secara langsung ke wisatawan maka akan kewalahan dengan para tengkulak. Tetapi jika mereka  mau mengolah hasil panen, baik hasil turunannya atau branding-nya  maka hal itu juga akan sangat bagus. “Kan juga tidak tahan terlalu lama, mungkin kalau  kentang dan wortel bisa,” katanya. (iza/lid)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/