23.6 C
Malang
Sabtu, April 6, 2024

Belum Bersatu, Pelaku Ekraf di Batu Jalan Sendiri-Sendiri

BATU – Para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Batu yang jumlahnya mencapai ratusan masih bergerak secara sendiri-sendiri dalam memasarkan produknya. Mereka belum tergabung dalam wadah koperasi.

 

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan saat ini jumlah pelaku ekraf di Kota Batu berjumlah sekitar 150-an orang. “Mereka memiliki berbagai macam produk. Mulai dari batik, kerajinan kayu, hingga gerabah,” ujarnya. Disparta saat ini tengah mengupayakan merangkul mereka semua.

 

Menurut dia, perlu dibentuk koperasi untuk para pelaku ekraf. Misal ada koperasi, para pelaku ekraf bisa menjual hasil karyanya melalui koperasi dan bisa memamerkan berbagai macam karya pelaku ekraf Kota Batu secara bersamaan.

Baca Juga:  Yayasan Museum HAM Omah Munir Resmi Layangkan Somasi

 

Koperasi juga akan membuat hubungan antar anggota semakin kompak. Menurut Arief, hasil produk para pelaku ekraf harus memiliki ciri khas masing-masing. Sehingga mereka tak khawatir dengan perebutan para konsumen.

 

Selain itu, Disparta juga bertugas meningkatkan sumber daya manusia para pelaku ekraf. Sehingga ke depan dalam bisa menghasilkan produk yang lebih baik lagi.

 

Sementara itu, Pengawas Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu Parkidi Paeran mengatakan, para pelaku ekraf ingin membentuk koperasi, terdapat dua opsi. Yakni koperasi produksi atau koperasi pemasaran. “Koperasi Pemasaran bisa memasarkan hasil produk dari anggota maupun non anggota,” katanya. Kalau koperasi produsen, itu koperasi yang mempunyai produk yang dikelola  bersumber dari anggota atau yang lainnya. (iza/lid)

BATU – Para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Batu yang jumlahnya mencapai ratusan masih bergerak secara sendiri-sendiri dalam memasarkan produknya. Mereka belum tergabung dalam wadah koperasi.

 

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan saat ini jumlah pelaku ekraf di Kota Batu berjumlah sekitar 150-an orang. “Mereka memiliki berbagai macam produk. Mulai dari batik, kerajinan kayu, hingga gerabah,” ujarnya. Disparta saat ini tengah mengupayakan merangkul mereka semua.

 

Menurut dia, perlu dibentuk koperasi untuk para pelaku ekraf. Misal ada koperasi, para pelaku ekraf bisa menjual hasil karyanya melalui koperasi dan bisa memamerkan berbagai macam karya pelaku ekraf Kota Batu secara bersamaan.

Baca Juga:  Yayasan Museum HAM Omah Munir Resmi Layangkan Somasi

 

Koperasi juga akan membuat hubungan antar anggota semakin kompak. Menurut Arief, hasil produk para pelaku ekraf harus memiliki ciri khas masing-masing. Sehingga mereka tak khawatir dengan perebutan para konsumen.

 

Selain itu, Disparta juga bertugas meningkatkan sumber daya manusia para pelaku ekraf. Sehingga ke depan dalam bisa menghasilkan produk yang lebih baik lagi.

 

Sementara itu, Pengawas Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu Parkidi Paeran mengatakan, para pelaku ekraf ingin membentuk koperasi, terdapat dua opsi. Yakni koperasi produksi atau koperasi pemasaran. “Koperasi Pemasaran bisa memasarkan hasil produk dari anggota maupun non anggota,” katanya. Kalau koperasi produsen, itu koperasi yang mempunyai produk yang dikelola  bersumber dari anggota atau yang lainnya. (iza/lid)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/