22.1 C
Malang
Minggu, Februari 11, 2024

Di Batu Baru 5 Bumdes yang Berbadan Hukum

BATU – Belum semua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kota Batu memiliki legalitas. Dari 19 BUMDes yang ada baru 5 BUMDes yang resmi berbadan hukum.

 

Lima desa tersebut adalah Desa Oro-oro Ombo, Desa Pesanggrahan, Desa Torongrejo, Desa Sidomulyo, dan Desa Sumberejo. “Kalau Semuanya sudah mengajukan untuk badan hukum,” ujar staf  Penggerak Swadaya Masyarakat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu Rahman Husein.

 

Sebenarnya untuk seluruh BUMDes yang ada di Kota Batu sudah memiliki perizinan tingkat kota dari tahun 2017 lalu. Tetapi, sekitar bulan April 2021 ada pengumuman untuk membuat BUMDes menjadi status berbadan hukum. Aturan tersebut kemudian disosialisasikan  kurang lebih selama satu tahun.

Baca Juga:  Kota Batu Butuh Seribu PJU Lagi

 

Kemudian desa-desa yang ada di Kota Batu mengajukan hal tersebut sekitar bulan April tahun 2022. Untuk sisa  desa yang masih mengajukan tersebut, saat ini sudah lolos untuk tahap nama BUMDes nya.

 

Ia juga menjelaskan untuk proses sampai berbadan hukum memang cukup lama. Dari pemilihan nama hingga perincian anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. “Jadi ya belum tahu jika kapan semuanya akan berbadan hukum, contohnya jika ada kesamaan nama dengan daerah lain pun harus direvisi lagi,” katanya.

 

Nantinya jika sudah berbadan hukum BUMDes- BUMDes tersebut bisa menjual produknya atau bekerja sama dengan investor dari berbagai wilayah. Hal tersebut tentunya akan memudahkan BUMDes untuk bergerak lebih jauh. Suatu BUMDes akan lebih maksimal jika ketiga komponen saling bekerja sama dengan baik. Ketiga komponen itu adalah kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD) dan pengelola BUMDes.

Baca Juga:  Sempat Bagus, Harga Tomat di Kota Batu Anjlok Lagi

 

Biasanya untuk pemberian nama BUMDes akan berbeda dengan nama desa aslinya. Misalnya BUMDes milik Desa Torongrejo bernama Bejo Berkah. Untuk BUMDes di daerah tersebut lebih mengarah dengan kerja sama hotel dan kafe. Misalnya seperti penyedia kue di perhotelan. Untuk Bumdes di Sidomulyo yang bernama Mulyo Joyo lebih mengarah ke pengelolaan mal bunga yang ada di desa tersebut. (Iza/lid)

BATU – Belum semua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kota Batu memiliki legalitas. Dari 19 BUMDes yang ada baru 5 BUMDes yang resmi berbadan hukum.

 

Lima desa tersebut adalah Desa Oro-oro Ombo, Desa Pesanggrahan, Desa Torongrejo, Desa Sidomulyo, dan Desa Sumberejo. “Kalau Semuanya sudah mengajukan untuk badan hukum,” ujar staf  Penggerak Swadaya Masyarakat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu Rahman Husein.

 

Sebenarnya untuk seluruh BUMDes yang ada di Kota Batu sudah memiliki perizinan tingkat kota dari tahun 2017 lalu. Tetapi, sekitar bulan April 2021 ada pengumuman untuk membuat BUMDes menjadi status berbadan hukum. Aturan tersebut kemudian disosialisasikan  kurang lebih selama satu tahun.

Baca Juga:  Walhi Kritisi Ranperda Konservasi Lingkungan dan RTH Kota Batu

 

Kemudian desa-desa yang ada di Kota Batu mengajukan hal tersebut sekitar bulan April tahun 2022. Untuk sisa  desa yang masih mengajukan tersebut, saat ini sudah lolos untuk tahap nama BUMDes nya.

 

Ia juga menjelaskan untuk proses sampai berbadan hukum memang cukup lama. Dari pemilihan nama hingga perincian anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. “Jadi ya belum tahu jika kapan semuanya akan berbadan hukum, contohnya jika ada kesamaan nama dengan daerah lain pun harus direvisi lagi,” katanya.

 

Nantinya jika sudah berbadan hukum BUMDes- BUMDes tersebut bisa menjual produknya atau bekerja sama dengan investor dari berbagai wilayah. Hal tersebut tentunya akan memudahkan BUMDes untuk bergerak lebih jauh. Suatu BUMDes akan lebih maksimal jika ketiga komponen saling bekerja sama dengan baik. Ketiga komponen itu adalah kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD) dan pengelola BUMDes.

Baca Juga:  Simak, Ini Empat Syarat Calon Penerima Vaksin Tahap II di Kota Batu

 

Biasanya untuk pemberian nama BUMDes akan berbeda dengan nama desa aslinya. Misalnya BUMDes milik Desa Torongrejo bernama Bejo Berkah. Untuk BUMDes di daerah tersebut lebih mengarah dengan kerja sama hotel dan kafe. Misalnya seperti penyedia kue di perhotelan. Untuk Bumdes di Sidomulyo yang bernama Mulyo Joyo lebih mengarah ke pengelolaan mal bunga yang ada di desa tersebut. (Iza/lid)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/