31 C
Malang
Jumat, Februari 16, 2024

Sepi Penumpang, Bus Damri Jurusan Batu-Bromo Tak Beroperasi

BATU – Masyarakat hingga wisatawan yang ingin ke Gunung Bromo melalui titik pemberangkatan Terminal Kota Batu sekarang sudah tidak bisa lagi. Pasalnya, selama dua bulan terakhir ini, bus Damri rute Batu-Bromo sudah tidak beroperasi.

 

Berdasarkan informasi Satgas Terminal Kota Batu Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, bus Damri sudah tidak beroperasi kembali karena sepi penumpang. Sehingga, jika masih bertahan beroperasi maka, pihak bus Damri pasti akan mengalami kerugian. Dengan demikian, yang tersedia adalah bus Bagong dengan jalur Batu ke Jombang dan Batu menuju Kediri. Kedua jalur ini pun sepi penumpang.

 

Sopir Bus Bagong Jalur Batu-Jombang Anam Mubasar mengatakan, saat ini jumlah penumpang bus selalu sepi. “Kalau pas sepi penumpang itu 5 – 7 orang. Nah, padahal satu bus bisa diisi 30-an orang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Semburan Api dari Mulut Semarakkan Lomba Patrol

 

Anam mengaku, sepinya penumpang ini berdampak pada setoran yang harus dicapai. Untuk jumlah setorannya Rp 600 ribu per hari, tetapi kalau sepi jelas ruginya sampai Rp 300 ribu. “Saya hanya bisa berharap saat Lebaran nanti penumpang ramai. Karena bus tetap jalan dan tidak ada libur Mbak,” bebernya pria yang berusia 55 tahun ini.

 

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Batu, dalam selang pukul 10 hingga 12 siang sudah ada 5 bus Bagong yang transit. Di awal-awal ada bus Bagong rute Batu-Kediri tidak membawa penumpang satu pun. Sedangkan, bus Bagong jalur Batu-Jombang hanya 10 orang. Sementara itu, kondisi angkutan di Terminal Batu juga sepi penumpang. Terbukti dari panjangnya antrean angkutan dan kosongnya penumpang.

Baca Juga:  MASKI Optimalkan Percepatan Pendaftaran Tanah dan Minimalisir Sengketa

 

Menanggapi hal tersebut, Kabid Angkutan Dishub Kota Batu Chilman Suaidi menjelaskan, status dari Terminal Batu adalah tipe B yaitu di bawah otoritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Ya, karena status ini kami tidak bisa berbuat banyak Mbak. Nah, kalau untuk bus Damri yang tidak beroperasi lagi itu wewenang provinsi,” katanya. Sedangkan, untuk sepinya penumpang angkutan umum di Batu pihaknya mengatakan, setelah Pasar Induk Among Tani beroperasi diharapkan kondisi terminal dapat normal kembali. (ifa/lid).

BATU – Masyarakat hingga wisatawan yang ingin ke Gunung Bromo melalui titik pemberangkatan Terminal Kota Batu sekarang sudah tidak bisa lagi. Pasalnya, selama dua bulan terakhir ini, bus Damri rute Batu-Bromo sudah tidak beroperasi.

 

Berdasarkan informasi Satgas Terminal Kota Batu Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, bus Damri sudah tidak beroperasi kembali karena sepi penumpang. Sehingga, jika masih bertahan beroperasi maka, pihak bus Damri pasti akan mengalami kerugian. Dengan demikian, yang tersedia adalah bus Bagong dengan jalur Batu ke Jombang dan Batu menuju Kediri. Kedua jalur ini pun sepi penumpang.

 

Sopir Bus Bagong Jalur Batu-Jombang Anam Mubasar mengatakan, saat ini jumlah penumpang bus selalu sepi. “Kalau pas sepi penumpang itu 5 – 7 orang. Nah, padahal satu bus bisa diisi 30-an orang,” ungkapnya.

Baca Juga:  199 Pelajar Berlarian di Stadion Brantas Kota Batu Demi Tiket Ini

 

Anam mengaku, sepinya penumpang ini berdampak pada setoran yang harus dicapai. Untuk jumlah setorannya Rp 600 ribu per hari, tetapi kalau sepi jelas ruginya sampai Rp 300 ribu. “Saya hanya bisa berharap saat Lebaran nanti penumpang ramai. Karena bus tetap jalan dan tidak ada libur Mbak,” bebernya pria yang berusia 55 tahun ini.

 

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Batu, dalam selang pukul 10 hingga 12 siang sudah ada 5 bus Bagong yang transit. Di awal-awal ada bus Bagong rute Batu-Kediri tidak membawa penumpang satu pun. Sedangkan, bus Bagong jalur Batu-Jombang hanya 10 orang. Sementara itu, kondisi angkutan di Terminal Batu juga sepi penumpang. Terbukti dari panjangnya antrean angkutan dan kosongnya penumpang.

Baca Juga:  Jelang Imlek, 78 Patung Dewa-Dewi Dibersihkan

 

Menanggapi hal tersebut, Kabid Angkutan Dishub Kota Batu Chilman Suaidi menjelaskan, status dari Terminal Batu adalah tipe B yaitu di bawah otoritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Ya, karena status ini kami tidak bisa berbuat banyak Mbak. Nah, kalau untuk bus Damri yang tidak beroperasi lagi itu wewenang provinsi,” katanya. Sedangkan, untuk sepinya penumpang angkutan umum di Batu pihaknya mengatakan, setelah Pasar Induk Among Tani beroperasi diharapkan kondisi terminal dapat normal kembali. (ifa/lid).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/