25 C
Malang
Rabu, November 15, 2023

Pelaku Usaha Kecil Banyak yang Tidak Kenal PLUT KUMKM

BATU – Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) kurang  dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Kota Batu. Hal ini kemungkinan karena para pelaku  UMKM belum familiar dengan lembaga PLUT KUMKM tersebut.

 

Bagian Administrasi  PLUT KUMKM Kota Batu Pinaka Seisa Pangestika mengatakan jika dalam setahun masih sekitar 500 an UMKM yang memanfaatkan keberadaan PLUT KUMKM.  Menurutnya terdapat berbagai faktor yang membuat pelaku UMKM masih minim memanfaatkan lembaga yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu itu.

 

Salah satunya para pelaku usaha belum tahu jika ada tahu jika terdapat PLUT KUMKM. “Mungkin mereka masih awam karena lembaga ini juga sedikit, bahkan tidak di tiap kota ada,” katanya pada Selasa (30/5). Atau kemungkinan mereka sudah mandiri dalam kepengurusan usaha mereka.

Baca Juga:  Beri Modal dan Pendampingan Usaha, BRI Dorong Petani Jeruk Naik Kelas

 

Sementara itu, hingga saat ini fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan para pelaku UMKM ialah konsultasi tentang perizinan usaha. Seperti nomor induk berusaha (NIB), izin pangan industri rumah tangga (PIRT), dan perizinan lainnya. “Nah kemungkinan mereka juga sudah bisa mengurus secara mandiri,” ujarnya.

 

Terkait dengan banyaknya UMKM yang belum familiar dengan lembaga ini, pihak PLUT UMKM akan terus  melakukan sosialisasi. “Ketika dari kita diundang ke sebuah acara, kita juga akan menyosialisasikannya,” ucap Pinaka.

 

Dia berharap agar para UMKM dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan PLUT KUMKM dengan lebih maksimal. Ada lima konsultan yang bisa diajak untuk berdiskusi terkait pengembangan UMKM. “Ada konsultan di bidang produksi, kelembagaan, pemasaran, sumber daya manusia (SDM), serta di bidang pembiayaan,” ungkap dia.

Baca Juga:  Gelar Kampung Ramadan untuk Kuatkan Kerukunan Warga Sumberejo

 

Dan semua hal itu bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM secara gratis. Serta yang terbaru, ada fasilitas desain. Bagi para pelaku usaha bisa memanfaatkannya untuk memperbaiki kemasan produk-produknya. Bagian yang telah ada sejak bulan Desember 2021 itu, baru dimanfaatkan oleh lima UMKM tiap bulannya. (iza/lid)

BATU – Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) kurang  dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Kota Batu. Hal ini kemungkinan karena para pelaku  UMKM belum familiar dengan lembaga PLUT KUMKM tersebut.

 

Bagian Administrasi  PLUT KUMKM Kota Batu Pinaka Seisa Pangestika mengatakan jika dalam setahun masih sekitar 500 an UMKM yang memanfaatkan keberadaan PLUT KUMKM.  Menurutnya terdapat berbagai faktor yang membuat pelaku UMKM masih minim memanfaatkan lembaga yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu itu.

 

Salah satunya para pelaku usaha belum tahu jika ada tahu jika terdapat PLUT KUMKM. “Mungkin mereka masih awam karena lembaga ini juga sedikit, bahkan tidak di tiap kota ada,” katanya pada Selasa (30/5). Atau kemungkinan mereka sudah mandiri dalam kepengurusan usaha mereka.

Baca Juga:  Korban Jiwa Banjir Batu Terus Bertambah, 6 Meninggal, 3 Hilang

 

Sementara itu, hingga saat ini fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan para pelaku UMKM ialah konsultasi tentang perizinan usaha. Seperti nomor induk berusaha (NIB), izin pangan industri rumah tangga (PIRT), dan perizinan lainnya. “Nah kemungkinan mereka juga sudah bisa mengurus secara mandiri,” ujarnya.

 

Terkait dengan banyaknya UMKM yang belum familiar dengan lembaga ini, pihak PLUT UMKM akan terus  melakukan sosialisasi. “Ketika dari kita diundang ke sebuah acara, kita juga akan menyosialisasikannya,” ucap Pinaka.

 

Dia berharap agar para UMKM dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan PLUT KUMKM dengan lebih maksimal. Ada lima konsultan yang bisa diajak untuk berdiskusi terkait pengembangan UMKM. “Ada konsultan di bidang produksi, kelembagaan, pemasaran, sumber daya manusia (SDM), serta di bidang pembiayaan,” ungkap dia.

Baca Juga:  Elpiji 12 Kilogram Mahal, Gas Alam Jadi Alternatif

 

Dan semua hal itu bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM secara gratis. Serta yang terbaru, ada fasilitas desain. Bagi para pelaku usaha bisa memanfaatkannya untuk memperbaiki kemasan produk-produknya. Bagian yang telah ada sejak bulan Desember 2021 itu, baru dimanfaatkan oleh lima UMKM tiap bulannya. (iza/lid)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/