23 C
Malang
Minggu, April 7, 2024

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia

Pertamina-BBKSDA Jatim Lepasliarkan Satwa di Cagar Alam Sempu

MALANG KABUPATEN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2023.

Peringatan ini sekaligus dirangkai dengan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 10 Agustus mendatang.

Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda, Pertamina laksanakan kegiatan pelepasliaran satwa bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Cagar Alam Pulau Sempu, Malang (22/5).

Satwa yang dilepasliarkan terdiri dari satu ekor elang ular bido, tiga ekor landak jawa, satu ekor trenggiling dan tiga ekor sanca kembang.

Elang langka yang dilepasliar di pulau Sempu.

Kegiatan ini turut dihadiri Perhutani KPH Malang, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pondok Dadap, Kepala Pos AL Sendang Biru, dan Kepala Desa Tambakrejo beserta jajarannya.

BBKSDA mengucapkan terimakasih kepada Pertamina yang telah bekerjasama dalam pelepasliaran.

Kerja sama dan dukungan seperti ini sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan konservasi, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Kolaborasi pentahelix ini penting untuk dilakukan dalam konservasi.

“Kegiatan ini kita mengusung tema From Agreement to Action, yakni bagaimana kerja sama antar pihak menjadi pijakan dalam aksi untuk kelestarian. Dalam kegiatan ini, kita berusaha untuk menjaga marwah bangsa melalui konservasi satwa,” terang Nur Patria Kurniawan, Kepala BBKSDA Jawa Timur dalam sambutannya.

Baca Juga:  Punya Alat Canggih, Atasi Pasien Takut Suntik

Bagi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan keanekaragaman hayati perusahaan.

Pertamina memang telah rutin melaksanakan kegiatan berunsur biodiversitas sebagai bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial (TJSL) perusahaan kepada lingkungan sekitar.

Kegiatan keanekaragaman hayati yang dilaksanakan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mendukung Sustainability Development Goals (SDGs) tentang Ekosistem Lautan dan Ekosistem Daratan.

PERSIAPAN : Proses pembukaan gerbang kandang jelang pelepasliaran satwa di Pulau Sempu.

Perlu diketahui, satwa-satwa yang dilepasliarkan di Cagar Alam Pulau Sempu tersebut berasal dari serahan masyarakat dan pihak kepolisian dari upaya penyelundupan yang kemudian diserahkan kepada BBKSDA Jawa Timur.

Sebelum dilakukan pelepasliaran, satwa-satwa tersebut telah dilakukan assesmen dan proses habituasi.

Sehingga satwa layak untuk dikembalikan ke alam bekerjasama dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Baca Juga:  Pencurian Rel Cadangan Libatkan Orang Dalam PT KAI di Malang?

Pulau Sempu merupakan cagar alam yang berada di bawah pengelolaan BBKSDA Jawa Timur Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo.

Sebagai pulau yang berstatus sebagai cagar alam, kegiatan selain yang berhubungan dengan konservasi dilarang dilakukan di Pulau Sempu.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan pelaksanaan program TJSL Pertamina sejalan dengan penerapan Environment, Social & Governance (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs) dengan semangat Energizing Community.

Satwa trenggiling yang dilepasliar di Pulau Sempu.

Pertamina selalu berupaya seimbang dalam menjalankan bisnis perusahaan.

Pertamina juga berupaya mengembangkan program TJSL terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Pelaksanaan kegiatan pelepasliaran sebagai bagian dari program kenaekaragaman hayati juga kami laksanakan sesuai dengan arahan Kementrian BUMN untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam melindungi Ekosistem Daratan,” tambahnya.

“Kami harap program TJSL keanekaragaman hayati ini mampu melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan Ekosistem Daratan serta mencegah meningkatnya resiko kehilangan keanekaragaman hayati”, tutup Ahad.(jprm1)

MALANG KABUPATEN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2023.

Peringatan ini sekaligus dirangkai dengan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 10 Agustus mendatang.

Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda, Pertamina laksanakan kegiatan pelepasliaran satwa bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Cagar Alam Pulau Sempu, Malang (22/5).

Satwa yang dilepasliarkan terdiri dari satu ekor elang ular bido, tiga ekor landak jawa, satu ekor trenggiling dan tiga ekor sanca kembang.

Elang langka yang dilepasliar di pulau Sempu.

Kegiatan ini turut dihadiri Perhutani KPH Malang, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pondok Dadap, Kepala Pos AL Sendang Biru, dan Kepala Desa Tambakrejo beserta jajarannya.

BBKSDA mengucapkan terimakasih kepada Pertamina yang telah bekerjasama dalam pelepasliaran.

Kerja sama dan dukungan seperti ini sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan konservasi, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Kolaborasi pentahelix ini penting untuk dilakukan dalam konservasi.

“Kegiatan ini kita mengusung tema From Agreement to Action, yakni bagaimana kerja sama antar pihak menjadi pijakan dalam aksi untuk kelestarian. Dalam kegiatan ini, kita berusaha untuk menjaga marwah bangsa melalui konservasi satwa,” terang Nur Patria Kurniawan, Kepala BBKSDA Jawa Timur dalam sambutannya.

Baca Juga:  Capai 60 Persen, Terbanyak untuk Gaji ASN Pemkab Sedot Rp 1,5 T Dana Pusat

Bagi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan keanekaragaman hayati perusahaan.

Pertamina memang telah rutin melaksanakan kegiatan berunsur biodiversitas sebagai bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial (TJSL) perusahaan kepada lingkungan sekitar.

Kegiatan keanekaragaman hayati yang dilaksanakan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mendukung Sustainability Development Goals (SDGs) tentang Ekosistem Lautan dan Ekosistem Daratan.

PERSIAPAN : Proses pembukaan gerbang kandang jelang pelepasliaran satwa di Pulau Sempu.

Perlu diketahui, satwa-satwa yang dilepasliarkan di Cagar Alam Pulau Sempu tersebut berasal dari serahan masyarakat dan pihak kepolisian dari upaya penyelundupan yang kemudian diserahkan kepada BBKSDA Jawa Timur.

Sebelum dilakukan pelepasliaran, satwa-satwa tersebut telah dilakukan assesmen dan proses habituasi.

Sehingga satwa layak untuk dikembalikan ke alam bekerjasama dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Baca Juga:  Bacokan di Pujon Malang, Korban Terkapar Bersimbah Darah

Pulau Sempu merupakan cagar alam yang berada di bawah pengelolaan BBKSDA Jawa Timur Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo.

Sebagai pulau yang berstatus sebagai cagar alam, kegiatan selain yang berhubungan dengan konservasi dilarang dilakukan di Pulau Sempu.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan pelaksanaan program TJSL Pertamina sejalan dengan penerapan Environment, Social & Governance (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs) dengan semangat Energizing Community.

Satwa trenggiling yang dilepasliar di Pulau Sempu.

Pertamina selalu berupaya seimbang dalam menjalankan bisnis perusahaan.

Pertamina juga berupaya mengembangkan program TJSL terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Pelaksanaan kegiatan pelepasliaran sebagai bagian dari program kenaekaragaman hayati juga kami laksanakan sesuai dengan arahan Kementrian BUMN untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam melindungi Ekosistem Daratan,” tambahnya.

“Kami harap program TJSL keanekaragaman hayati ini mampu melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan Ekosistem Daratan serta mencegah meningkatnya resiko kehilangan keanekaragaman hayati”, tutup Ahad.(jprm1)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/