21.7 C
Malang
Sabtu, Februari 17, 2024

Korban Tanah Longsor di Kaki Semeru Ditemukan, Begini Kondisinya

MALANG – Pria yang tertimbuh tanah longsor di Ampelgading akhirnya ditemukan. Sayangnya, pencari rumput bernama Suliswanto, 30, warga Dusun/Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading itu ditemukan tak bernyawa pada Kamis (22/4) pukul 10.00.

“Jenazah sudah ditemukan sekitar pukul 10.10 setelah tertimbun material longsor sedalam kurang lebih 1,5 meter,” terang Kapolsek Ampelgading, Iptu Indra Subekti saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang.

Saat ditemukan, kondisi jenazah hanya mengalami luka lecet di bagian muka dan mengalami sedikit pembengkakan. “Tidak ada luka yang mencurigakan, hanya lecet-lecet akibat terkena material longsor,” ujar mantan Kanit Binmas Polsek Pakis tersebut.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono membeberkan bahwa empat pohon yang berada di lokasi menjadi penyebab utama kejadian longsor tersebut. “Waktu itu memang angin cukup kencang, dan di sana ada sekitar tiga atau empat pohon yang tertiup sampai akarnya ikut bergerak,” beber dia.

Baca Juga:  Kecamatan Peserta BPJamsostek di Kabupaten Malang Diberi Penghargaan

Hal itu diperparah dengan tanah di lokasi yang termasuk rapuh. “Di sana itu mayoritas pasir untuk di tanahnya, tipikal morfologi tanah daerah dekat gunung berapi. Apalagi di sana kering karena tidak hujan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kejadian longsor terjadi pada Rabu (21/4) pukul 10.00 tersebut merenggut nyawa Suliswanto yang kala itu mencari rumput di area tebing tempat kejadian. Setelah ditemukan sehari setelahnya, jenazah bapak satu anak inipun langsung dikebumikan tidak lama setelah ditemukan.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG – Pria yang tertimbuh tanah longsor di Ampelgading akhirnya ditemukan. Sayangnya, pencari rumput bernama Suliswanto, 30, warga Dusun/Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading itu ditemukan tak bernyawa pada Kamis (22/4) pukul 10.00.

“Jenazah sudah ditemukan sekitar pukul 10.10 setelah tertimbun material longsor sedalam kurang lebih 1,5 meter,” terang Kapolsek Ampelgading, Iptu Indra Subekti saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang.

Saat ditemukan, kondisi jenazah hanya mengalami luka lecet di bagian muka dan mengalami sedikit pembengkakan. “Tidak ada luka yang mencurigakan, hanya lecet-lecet akibat terkena material longsor,” ujar mantan Kanit Binmas Polsek Pakis tersebut.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono membeberkan bahwa empat pohon yang berada di lokasi menjadi penyebab utama kejadian longsor tersebut. “Waktu itu memang angin cukup kencang, dan di sana ada sekitar tiga atau empat pohon yang tertiup sampai akarnya ikut bergerak,” beber dia.

Baca Juga:  Kadisnaker: Jangan Ada Stigma Pada PMI yang Mudik

Hal itu diperparah dengan tanah di lokasi yang termasuk rapuh. “Di sana itu mayoritas pasir untuk di tanahnya, tipikal morfologi tanah daerah dekat gunung berapi. Apalagi di sana kering karena tidak hujan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kejadian longsor terjadi pada Rabu (21/4) pukul 10.00 tersebut merenggut nyawa Suliswanto yang kala itu mencari rumput di area tebing tempat kejadian. Setelah ditemukan sehari setelahnya, jenazah bapak satu anak inipun langsung dikebumikan tidak lama setelah ditemukan.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/