25.8 C
Malang
Senin, April 8, 2024

Sepuluh Rumah di Sumberpucung Dalam Bahaya Longsor Susulan

KABUPATEN – Warga di kawasan Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung harus ekstrawaspada. Di saat curah hujan yang masih tinggi, longsor susulan seperti yang terjadi pada Sabtu (20/11/21) sangat mungkin terjadi lagi. Bahkan, ada 10 rumah yang masuk kategori dalam bahaya bila ada longsor susulan.  Ini berdasar asesmen yang dilakukan petugas Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang di lokasi longsor.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, pihaknya telah memetakan kawasan rawan bencana lainnya. Dari hasil asesmen sementara, terdapat 10 rumah warga yang juga rawan mengalami longsor. Pada longsor sebelumnya, ada satu rumah setengah jadi yang tergerus longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kondisi itu menjadi sinyal jika kawasan tersebut masih berbahaya. Kontur tanahnya miring dan labil.  Begitu pula di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, yang juga alami longsor di waktu hampir bersamaan dengan di Karangkates.

Baca Juga:  Solusi Atasi Banjir untuk Ibu Kota Kepanjen

Sardono menyebut bahwa kondisi longsoran di kawasan tersebut cukup parah. Longsoran di kawasan tersebut sampai menutup ruas Jalan Raya Gandrung sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. “Saat pembersihan juga masih terjadi longsor susulan,” ujar dia.

Tim gabungan dari stakeholder terkait pun telah diterjunkan guna melakukan pembersihan di sepanjang jalur utama tersebut. “Sementara sudah bisa dilewati (kendaraan) tapi tetap harus berhati-hati karena sisa longsoran membuat jalan menjadi licin dan masih dimungkinkan terjadi longsor susulan di lokasi yang sama,” beber Sadono.

Dia menjelaskan, longsoran di jalan tersebut sebenarnya tidak terlalu parah. Namun karena lokasinya berada di tikungan dan materialnya cukup banyak mengakibatkan longsoran tersebut menutup total badan jalan.

Atas kejadian longsor di Karangkates dan Desa Plandi tersebut, Bupati Malang HM. Sanusi meninjau lokasi bencana di dua titik tersebut pada Sabtu (20/11). “Kami sudah siagakan tim BPBD dengan Bina Marga dan Cipta Karya, begitu ada laporan mereka langsung diterjunkan,” kata Sanusi Minggu (21/11).

Baca Juga:  Pemkab Malang Cabut Perpanjangan Lockdown Warga Rowotrate

Selain proses pembersihan dan evakuasi, Sanusi juga menyiapkan antisipasi jika terdapat korban dari bencana hidrometeorologi yang terjadi. Dia mengatakan, curah hujan yang tinggi serta kondisi geografis Kabupaten Malang turut berpengaruh terhadap tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Dalam kunjungannya ke Desa Karangkates, dia juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak.

Terpisah, Kepala Desa Karangkates Sudjono Fakrim menuturkan bahwa banyak wilayahnya yang memiliki struktur tanah rawan berupa tanah liat. Sebagai solusi pihaknya berharap agar Pemkab Malang dapat memberikan bantuan berupa bronjong di kawasan rawan longsor  tersebut. “Harapan kami bisa dibantu Pak Bupati karena jika menggunakan dana desa tidak memungkinkan,” tambah dia

(iik/abm)

KABUPATEN – Warga di kawasan Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung harus ekstrawaspada. Di saat curah hujan yang masih tinggi, longsor susulan seperti yang terjadi pada Sabtu (20/11/21) sangat mungkin terjadi lagi. Bahkan, ada 10 rumah yang masuk kategori dalam bahaya bila ada longsor susulan.  Ini berdasar asesmen yang dilakukan petugas Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang di lokasi longsor.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, pihaknya telah memetakan kawasan rawan bencana lainnya. Dari hasil asesmen sementara, terdapat 10 rumah warga yang juga rawan mengalami longsor. Pada longsor sebelumnya, ada satu rumah setengah jadi yang tergerus longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kondisi itu menjadi sinyal jika kawasan tersebut masih berbahaya. Kontur tanahnya miring dan labil.  Begitu pula di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, yang juga alami longsor di waktu hampir bersamaan dengan di Karangkates.

Baca Juga:  Korban Gempa Malang Tetap Sambut Ramadan dengan Tradisi Megengan

Sardono menyebut bahwa kondisi longsoran di kawasan tersebut cukup parah. Longsoran di kawasan tersebut sampai menutup ruas Jalan Raya Gandrung sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. “Saat pembersihan juga masih terjadi longsor susulan,” ujar dia.

Tim gabungan dari stakeholder terkait pun telah diterjunkan guna melakukan pembersihan di sepanjang jalur utama tersebut. “Sementara sudah bisa dilewati (kendaraan) tapi tetap harus berhati-hati karena sisa longsoran membuat jalan menjadi licin dan masih dimungkinkan terjadi longsor susulan di lokasi yang sama,” beber Sadono.

Dia menjelaskan, longsoran di jalan tersebut sebenarnya tidak terlalu parah. Namun karena lokasinya berada di tikungan dan materialnya cukup banyak mengakibatkan longsoran tersebut menutup total badan jalan.

Atas kejadian longsor di Karangkates dan Desa Plandi tersebut, Bupati Malang HM. Sanusi meninjau lokasi bencana di dua titik tersebut pada Sabtu (20/11). “Kami sudah siagakan tim BPBD dengan Bina Marga dan Cipta Karya, begitu ada laporan mereka langsung diterjunkan,” kata Sanusi Minggu (21/11).

Baca Juga:  Join Srimaya Virtual Ride, Dapat Hadiah MTB

Selain proses pembersihan dan evakuasi, Sanusi juga menyiapkan antisipasi jika terdapat korban dari bencana hidrometeorologi yang terjadi. Dia mengatakan, curah hujan yang tinggi serta kondisi geografis Kabupaten Malang turut berpengaruh terhadap tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Dalam kunjungannya ke Desa Karangkates, dia juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak.

Terpisah, Kepala Desa Karangkates Sudjono Fakrim menuturkan bahwa banyak wilayahnya yang memiliki struktur tanah rawan berupa tanah liat. Sebagai solusi pihaknya berharap agar Pemkab Malang dapat memberikan bantuan berupa bronjong di kawasan rawan longsor  tersebut. “Harapan kami bisa dibantu Pak Bupati karena jika menggunakan dana desa tidak memungkinkan,” tambah dia

(iik/abm)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/