30.9 C
Malang
Sabtu, April 6, 2024

Sopir Pikap Laka Maut Rombongan Ibu-Ibu Jadi Tersangka

MALANG – Kasus kecelakaan (laka) maut rombongan ibu-ibu di Jalan Raya Simpar, Desa Wringinamom, Kecamatan Poncokusumo Rabu (26/5) lalu tetap diproses secara hukum. Polres Malang menetapkan sopir mobil pikap Mitsubishi L-300 yang mengalami kecelakaan hingga menewaskan delapan penumpangnya itu sebagai tersangka.

“Ya, (sopir pikap) sudah ditetapkan tersangka dan sudah dilakukan bersama pak Kapolres kemarin (31/5),” terang Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah melalui sambungan telpon Selasa (1/6) siang. Penetapan itu sendiri didasarkan pada hasil Traffic Accident Analysis Korlantas Mabes Polri yang dilakukan satu hari setelah kecelakaan.

Dari hasil itu, Muhammad Asim, 44 warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang yang bertindak sebagai pengemudi mobil bernopol N 9610 BD resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun demikian, Asim tidak langsung ditahan karena alasan kesehatan. “Jadi yang bersangkutan belum sehat betul untuk dilakukan penahanan, maka dia yang sekarang sudah dibolehkan pulang ke Lumajang namun tetap berada dalam pengawasan kami,” ungkap Agung.

Baca Juga:  Jaksa Hentikan Kasus Pencurian Ponsel

Menurutnya, tersangka tetap dalam pengawalan polisi. “Satu orang satu, tapi gantian setidaknya dua personel dalam satu hari,” sebutnya. Apabila kondisi korban sudah membaik, penahanan baru bisa dilakukan. “Karena sekarang kan kondisinya sedang tidak mandiri, nah kalau misal seminggu sudah sembuh baru kami lakukan penahanan, pemeriksaan masih berlanjut tapi. Kemudian berkas kami limpahkan ke Kejaksaan,” pungkas Agung.

Seperti yang diketahui, kecelakaan maut yang terjadi Rabu (26/5) lalu menewaskan delapan orang. Saat itu, 14 orang warga Dusun Ledoksari, Desa/Kecamatan Tumpang diketahui baru pulang dari acara arisan di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang dengan menggunakan mobil pick up.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG – Kasus kecelakaan (laka) maut rombongan ibu-ibu di Jalan Raya Simpar, Desa Wringinamom, Kecamatan Poncokusumo Rabu (26/5) lalu tetap diproses secara hukum. Polres Malang menetapkan sopir mobil pikap Mitsubishi L-300 yang mengalami kecelakaan hingga menewaskan delapan penumpangnya itu sebagai tersangka.

“Ya, (sopir pikap) sudah ditetapkan tersangka dan sudah dilakukan bersama pak Kapolres kemarin (31/5),” terang Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah melalui sambungan telpon Selasa (1/6) siang. Penetapan itu sendiri didasarkan pada hasil Traffic Accident Analysis Korlantas Mabes Polri yang dilakukan satu hari setelah kecelakaan.

Dari hasil itu, Muhammad Asim, 44 warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang yang bertindak sebagai pengemudi mobil bernopol N 9610 BD resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun demikian, Asim tidak langsung ditahan karena alasan kesehatan. “Jadi yang bersangkutan belum sehat betul untuk dilakukan penahanan, maka dia yang sekarang sudah dibolehkan pulang ke Lumajang namun tetap berada dalam pengawasan kami,” ungkap Agung.

Baca Juga:  Ruko Asal Bangun di Pantai Malang Selatan, Bikin Sepet Wisatawan

Menurutnya, tersangka tetap dalam pengawalan polisi. “Satu orang satu, tapi gantian setidaknya dua personel dalam satu hari,” sebutnya. Apabila kondisi korban sudah membaik, penahanan baru bisa dilakukan. “Karena sekarang kan kondisinya sedang tidak mandiri, nah kalau misal seminggu sudah sembuh baru kami lakukan penahanan, pemeriksaan masih berlanjut tapi. Kemudian berkas kami limpahkan ke Kejaksaan,” pungkas Agung.

Seperti yang diketahui, kecelakaan maut yang terjadi Rabu (26/5) lalu menewaskan delapan orang. Saat itu, 14 orang warga Dusun Ledoksari, Desa/Kecamatan Tumpang diketahui baru pulang dari acara arisan di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang dengan menggunakan mobil pick up.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/