27.1 C
Malang
Selasa, April 9, 2024

Tujuh RS Covid-19 Penuh, Kota Malang Minta Bantuan Tetangga

MALANG KOTA – Untuk ukuran Jawa Timur, jumlah tujuh RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang terbilang banyak. Tapi nyatanya, RS yang ada tidak sebanding dengan tingginya angka kasus Covid-19.

Hingga 3 Agustus saja, sudah ada 244 pasien positif Covid-19 yang mesti menjalani rawat inap di RS Kota Malang. Tujuh RS Rujukan Covid-19 pun penuh.

Ketujuh RS itu antara lain Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA), RS Lavalette, RSI Aisyiyah, RS Panti Waluya RKZ Sawahan, RST Soepraoen, RS Hermina, dan RS Unisma.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan full-nya ruang isolasi di tujuh RS rujukan tersebut. ”Ruang isolasi bertekanan negatif dengan ventilator dan ruang isolasi bertekanan negatif non ventilator memang penuh,” ujar dia.

Baca Juga:  Sempat Teriak Minta Tolong, Seorang Wanita Meregang Nyawa di Villa Samitomo

Namun untuk ruang isolasi tanpa tekanan negatif masih ada yang kosong. Husnul menyebut ruang isolasi tanpa tekanan negatif ini tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang.

Dengan penuhnya ruang isolasi di RS rujukan ini, pihaknya intens berkomunikasi dengan RS di Kabupaten ataupun di Kota Batu jika ada pasien Covid-19 yang perlu dirujuk. “Mana yang masih tersisa bed-nya, bisa dikomunikasikan untuk dirujuk,” ujarnya.

Dengan terus bertambahnya kasus Covid-19 ini, tidak menutup kemungkinan Pemkot Malang akan menambah lagi RS rujukan Covid-19. Terkait hal tersebut, saat ini Husnul menyebutkan sedang dalam evaluasi.

”Kita lihat kondisi ruang isolasi di RS dan rumah isolasi safe house, jika memang terpenuhi semua, kemungkinan ada penambahan di RS, akan kami evaluasi fasilitas di RS serta tenaga kesehatannya,” tuturnya.

Baca Juga:  Video Pilu Jelang Kematian Direkam Sesama Pasien Covid-19 di Malaysia

Disisi lain, ruang isolasi yang ada di Paviliun RSSA Malang saat ini telah 90 persen terisi. Hal ini disampaikan Humas RSSA Malang Donny Iryan. ”Untuk high care unit terisi 90 persen dari ketersediaan tempat tidur. Sedangkan ICU terisi 86 persen dari ketersediaan tempat tidur,” kata dia kemarin sore (4/8).

Paviliun RSSA Malang sendiri saat ini berkapasitas 88 bed, meskipun secara ruangan siap, namun kendalanya RSSA saat ini bisa dibilang kekurangan tenaga kesehatan untuk pelayanan Covid-19. Donny merinci ada sekitar 285 dokter dan 300 perawatan. ”Nantinya akan ditambah, mungkin dari relawan atau pengangkatan tenaga baru,” ujarnya.

Pewarta: Arlita Ulya

Editor: Yani Ahmad/Indra M

MALANG KOTA – Untuk ukuran Jawa Timur, jumlah tujuh RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang terbilang banyak. Tapi nyatanya, RS yang ada tidak sebanding dengan tingginya angka kasus Covid-19.

Hingga 3 Agustus saja, sudah ada 244 pasien positif Covid-19 yang mesti menjalani rawat inap di RS Kota Malang. Tujuh RS Rujukan Covid-19 pun penuh.

Ketujuh RS itu antara lain Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA), RS Lavalette, RSI Aisyiyah, RS Panti Waluya RKZ Sawahan, RST Soepraoen, RS Hermina, dan RS Unisma.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan full-nya ruang isolasi di tujuh RS rujukan tersebut. ”Ruang isolasi bertekanan negatif dengan ventilator dan ruang isolasi bertekanan negatif non ventilator memang penuh,” ujar dia.

Baca Juga:  Video Pilu Jelang Kematian Direkam Sesama Pasien Covid-19 di Malaysia

Namun untuk ruang isolasi tanpa tekanan negatif masih ada yang kosong. Husnul menyebut ruang isolasi tanpa tekanan negatif ini tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang.

Dengan penuhnya ruang isolasi di RS rujukan ini, pihaknya intens berkomunikasi dengan RS di Kabupaten ataupun di Kota Batu jika ada pasien Covid-19 yang perlu dirujuk. “Mana yang masih tersisa bed-nya, bisa dikomunikasikan untuk dirujuk,” ujarnya.

Dengan terus bertambahnya kasus Covid-19 ini, tidak menutup kemungkinan Pemkot Malang akan menambah lagi RS rujukan Covid-19. Terkait hal tersebut, saat ini Husnul menyebutkan sedang dalam evaluasi.

”Kita lihat kondisi ruang isolasi di RS dan rumah isolasi safe house, jika memang terpenuhi semua, kemungkinan ada penambahan di RS, akan kami evaluasi fasilitas di RS serta tenaga kesehatannya,” tuturnya.

Baca Juga:  Bangkitkan Nasionalisme, Seniman Sajikan Kirab Merah Putih

Disisi lain, ruang isolasi yang ada di Paviliun RSSA Malang saat ini telah 90 persen terisi. Hal ini disampaikan Humas RSSA Malang Donny Iryan. ”Untuk high care unit terisi 90 persen dari ketersediaan tempat tidur. Sedangkan ICU terisi 86 persen dari ketersediaan tempat tidur,” kata dia kemarin sore (4/8).

Paviliun RSSA Malang sendiri saat ini berkapasitas 88 bed, meskipun secara ruangan siap, namun kendalanya RSSA saat ini bisa dibilang kekurangan tenaga kesehatan untuk pelayanan Covid-19. Donny merinci ada sekitar 285 dokter dan 300 perawatan. ”Nantinya akan ditambah, mungkin dari relawan atau pengangkatan tenaga baru,” ujarnya.

Pewarta: Arlita Ulya

Editor: Yani Ahmad/Indra M

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/