Malang Football League, Sam Singo Jadi Maskot, Bola Produksi Lokal

SERBA PERDANA: Dari kiri, event manager MFL Rendy Setyohadi, CEO BPL Dony setiabudi, dan CEO MFL Sefdella Afrianto saat sosialisasi Malang Football League di Ngalup.co, tadi sore (24/4).

KOTA MALANG – Malang Football League (MFL) tadi sore resmi diumumkan ke publik. Banyak keistimewaan yang dibawa kompetisi ini. Dan semua serba perdana. Tak hanya perdana di Malang, tapi kompetisi pertama dengan kontestan tim-tim komunitas, serta perdana pula kompetisi yang menggunakan bola produksi lokal. Yang lebih mantap lagi, ini adalah liga amatir yang juga perdana menggunakan teknologi VAR (video assistant referee).

Gambar maskot Sam Singo

”Kami memang mengangkat brand lokal untuk kompetisi ini. Bola misalnya. Bola ini produksi April dari Singosari. Begitu pula dengan apparelnya, kami juga menggandeng produk lokal,” ungkap event manager MFL Rendy Setyohadi. ”Untuk maskotnya, yang bikin Komik Sywi. Kenapa? Karena ini liga lokal, jadi kami pun menggunakan brand lokal,” tambahnya.

Untuk peserta sendiri, masih menurut Rendy, hingga saat ini ada 30 klub yang mendaftar. Tapi karena panitia hanya membatasi 24 tim saja, maka akan dilakukan penyaringan. Mulai dari administrasi, kelengkapan hukum, dan syarat lainnya. “Ini memang liga amatir. Tapi kami mengemasnya dengan profesional,” ungkap dia.

CEO MFL, Sefdella Afrianto menambahkan, konsep MFL disadur dari Bandung Premier League (BPL). Termasuk penggunaan teknologi VAR. ”Yang pertama bikin memang Bandung. Karena itu, kami berafiliasi dengan mereka,” ucapnya.

MFL sendiri digelar, lanjut Afdel-sapaan akrab Sefdella Afrianto- karena melihat Malang punya potensi besar sepakbola. Hanya saja, kompetisi lokal saat ini seperti mati suri. ”Kami hadir bukan sebagai pesaing. Tapi mewadahi. Terutama bagi komunitas di Malang Raya,” tukasnya.



Untuk uji coba VAR, dalam waktu dekat akan digelar trofeo. Ada tiga tim yang telah dikondisikan untuk berlaga di lapangan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Nah, sebelum pertandingan resmi dimulai, juga bakal digeber choaching klinik. Perkiraan waktunya, antara pertengahan atau akhir Mei mendatang. Termasuk workshop untuk tim yang didalamnya ada materi fotografi dan media sosial.

“Kick off di Malang 13 Juli. Sedangkan kick off serentak 14 Juli berbarengan dengan 19 kota di Jawa Timur, Bali dan Medan,” kata dia. ”Nanti pakai format liga setengah musim. Jadi tidak ada home dan away, hanya satu kali ketemu saja,” tukasnya.

CEO BPL Dony Setiabudi yang hadir langsung di forum sosialisasi sangat mengapresiasi laga MFL. Menurutnya, Afdel adalah orang keempat yang mengontaknya secara langsung dan sangat serius menggagas liga komunitas. ”Banyak teman di Indonesia yang minta membuatkan kompetisi serupa. Tapi Malang paling antusias dan menjadi kota kedua setelah Bandung,” ujar Jalu-sapaan akrab Dony Setiabudi.

”Namun jangan bayangkan VAR-nya nanti sama kayak di Eropa. Saya juga sempat ditanya Menpora (Imam Nahrawi) soal itu. Yang kami pakai adalah VAR sederhana, kalau di Eropa satu unitnya saja bisa Rp 10 miliar. Yang penting di sini adalah esensinya,” terang dia.

Pewarta : Neni Fitrin
Penyunting : Kholid Amrullah