Malang Bakal Punya Bandara Internasional?

Wali Kota Malang Moch. Anton tak mau menyia-nyiakan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kota Malang kemarin (24/5). Meski jadwal Jokowi sangat padat, Anton berusaha mencuri kesempatan untuk bisa bertemu langsung dengan Jokowi. Lantas, apa yang disampaikan Anton? Kepada koran ini, Anton mengaku meminta secara langsung kepada Jokowi agar pemerintah pusat mengembangkan Bandara Abdulrachman (Abd) Saleh menjadi bandara internasional.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Anton usai agenda penyerahan 10.038 sertifikat tanah Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) untuk warga Jawa Timur (Jatim) oleh presiden di Lapangan Rampal Kota Malang sore kemarin.
Sebelum membagikan sertifikat, kedatangan Jokowi di Kota Malang dimulai dengan menyerahkan 1.000 Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, sekitar pukul 09.00 setelah presiden mendarat di Bandara Abd Saleh.

Kemudian, sekitar pukul 11.25, Jokowi menghadiri penganugerahan Doktor Honoris Causa (DHC) KH Ma’ruf Amin di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Selanjutnya, pada pukul 11.41, presiden meninggalkan gedung rektorat lantai 5 UIN Maliki Malang menuju Hotel Tugu untuk beristirahat. Pada pukul 15.00, Jokowi menyerahkan sertifikat Prona di Lapangan Rampal.

Setelah itu, bertolak ke Bandara Abd Saleh untuk kembali ke Jakarta.
Nah, begitu acara pembagian sertifikat selesai, Anton memepet Jokowi hingga ke mobil kepresidenan. Pembicaraan intens keduanya, terus berlanjut saat Jokowi masuk ke dalam mobil didampingi Gubernur Jatim Soekarwo. Jokowi tampak mengangguk-angguk, sekaligus beberapa kali mengarahkan kata-katanya pada Soekarwo.

Anton mengaku, dirinya memaparkan harapan agar warga Malang Raya memiliki bandara internasional. ”Saya meminta supaya Pak Presiden membangun bandara internasional di Malang. Atau kalau tidak bisa, salah satu caranya dengan memperluas Bandara Abd Saleh,” ujarnya.

Menurut Anton, gagasan tersebut disambut baik oleh Jokowi. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang diminta segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. ”Kami diinstruksikan untuk segera mengirimkan surat secara resmi dari tiga kepala daerah di Malang Raya. Selanjutnya, disampaikan ke gubernur. Setelah itu, gubernur yang menyampaikan ke presiden,” ujar Anton.



Lalu, kenapa harus ada surat dari tiga pemerintah daerah (pemda) di Malang Raya? Anton menerangkan, keberadaan bandara internasional ini akan sangat menunjang pertumbuhan ekonomi tiga daerah.

”Yang membutuhkan bandara ini bukan hanya Kota Malang, tapi tiga daerah. Selain itu, akan lebih kuat jika tiga daerah yang mengajukan pembangunan lanjutan,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, Anton mengaku, pihaknya akan berupaya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan Kota Batu. Pertemuan itu untuk merumuskan usulan pembangunan bandara internasional.

Anton mengungkapkan, pembangunan bandara internasional di Malang Raya juga sesuai dengan program Nawacita dari Presiden Jokowi. ”Malang Raya ini punya potensi luar biasa. Harus dibangun bersama. Misalnya, dari sektor pariwisata yang sesuai dengan Nawacita presiden,” terang wali kota kelahiran 31 Desember 1965 itu.

Anton pun mencontohkan keberadaan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) yang masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) untuk wilayah Jatim. Menurut dia, salah satu akses masuk yang sangat mungkin dikembangkan adalah melalui Malang.

”Wisatawan internasional bisa langsung datang ke Malang. Belum lagi, potensi pantai di Kabupaten Malang, wisata alam di Kota Batu, hingga kampung-kampung tematik milik kita di Kota Malang,” tegasnya.

Tak hanya itu, di Kota Malang juga terdapat kampus negeri dan swasta yang punya banyak mahasiswa asing. Apalagi, kunjungan wisatawan asing ke Malang juga cukup banyak. Jadi, dengan adanya bandara internasional, Malang Raya akan makin dikenal di mancanegara. (lil/viq/kis/zuk/c3/lid)