Malam Pergantian Tahun Bersejarah Bagi Payung Teduh

Pria yang karib disapa Is itu dijadwalkan mengisi panggung malam tahun baru bersama Payung Teduh di D’Emmerick Hotel, Salatiga, Jawa Tengah. Pentas tersebut bakal menjadi yang terakhir baginya usai mengumumkan mundur beberapa waktu lalu.

“Saya berhenti (dari Payung Teduh) pada 1 Januari 2018, menyelesaikan kontrak panggung pada 31 Desember 2017 di Salatiga,” kata Is saat ditemui JawaPos.com di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Pelantun Akad itu mengaku sedih harus mengakhiri kebersamaan dengan Payung Teduh. Namun, menurutnya keputusan tersebut sudah bulat dan tidak patut disayangkan. Sebab Is menilai titik ini adalah sebuah perjalanan yang tidak diketahui sebelumnya.

“Pasti. Saya sedih. Tapi kalau menyayangkan sih enggak,” ucapnya.

Meski mundur dari Payung Teduh, Is menegaskan akan tetap berkarya. Namun, dia belum mau membeberkan proyek yang nantinya akan dijalani.

“Saya akan terus berkarya. Kita tunggu saja,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Is telah mengumumkan mundur dari Payung Teduh. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah tampil dalam konser Liztomania di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11) malam. Menurutnya, dia resmi mundur dari Payung Teduh pada akhir tahun ini. Oleh sebab itu, per 2018 dia tidak lagi bersama grup yang sudah didirikan sejak 2007.

Pria berambut kribo itu menjelaskan bahwa keputusannya mundur bukan karena ada masalah atau konflik di Payung Teduh. Menurutnya, langkah ini diambil lantaran sudah tidak memiliki visi yang sama antara personel.

“Saya merasa Payung Teduh sudah kehilangan spirit berkarya,” imbuh Is.

Sementara itu, Payung Teduh sendiri memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu pada awal tahun 2018. Personel tersisa pun belum tahu berapa lama masa vakum tersebut akan dijalani.

“Kami akan istirahat. Belum tahu berapa lama, yang jelas kami butuh istirahat,” tutur Comi pemain kontrabass Payung Teduh.


(ded/JPC)