Makin Gaya di Tahun Baru dengan Tas Hermes Seken Rp 200 Jutaan

JawaPos.com – Imej Tas saat ini sudah bergeser. Bukan hanya sekadar menyimpan berbagai barang, tetapi juga simbol kemewahan.

Tas Hermes adalah salah satu merek telah lama menjadi simbol dari status kelas atas terutama di kalangan sosialita. Selain harganya yang fantastis, Hermes hanya dijual di toko-toko resmi tertentu. Tidak bisa sembarang orang membeli tas tersebut.

Itu sebabnya, tas Hermes memiliki nilai investasi sekalipun yang seken (preloved branded). Dalam ajang Irresistible Bazaar di Ice Fest 2019 hall 9 mulai dari 19-29 Desember 2019, berjejer tas-tas seken yang mengusung produk mulai dari Hermes, Chanel, Louis Vuitton, Gucci dan masih banyak lagi yang terjamin keasliannya.

“Tas seken saat ini sudah tidak diperhatikan lagi sih gengsinya. Branded meski seken tetap punya nilai investasi tinggi,” kata Founder Irresistible Bazaar Marisa Tumbuan baru-baru ini.

Salah satu stand tas branded, Melly Exclusive memajang kumpulan tas Hermes seharga Rp 170 juta hingga Rp 200 jutaan. Berbagai warna yang gemas dan manis membuat kaum hawa tergiur.

“Yang ini paling mahal yang kami jual, Hermes Ostrich. Warnanya pink fuschia ada bintik-bintiknya khas Ostrich,” kata asisten toko, Paulina.

Warna pink fuschia memang sedang hits dalam dunia fashion. Menurut Paulina, penjualan tas Hermes meningkat menjelang liburan akhir tahun.

“Paling banyak dicari selain Hermes memang Louis Vuitton dan Chanel. Itu tiga tertinggi yang laku sih selama 3 bulan terakhir,” ungkapnya.

Pemilik gerai lainnya, Silvana juga menjual tas Hermes seharga ratusan juta rupiah di tokonya. “Menjelang akhir tahun November ke Desember cukup bagus ya untuk Hermes karena (orang-orang) sudah mau berangkat liburan. Secara psikologis, tas Hermes memang bisa meningkatkan pengakuan status sosial,” ungkapnya.

Karena punya nilai investasi yang tinggi, tas Hermes juga harus dirawat. Tips menyimpan tas Hermes sebaiknya diletakkan di lemari kaca khusus dan setiap berkala dibersihkan. Spa untuk tas Hermes pun tak bisa sembarangan tetapi harus diterbangkan paling dekat ke Singapura

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani