Makanan dan Obat Hasil Penangkapan Senilai Rp 2 Miliar Dimusnahkan

JawaPos.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Medan memusnahkam barang bukti senilai Rp 2 miliar, Kamis (27/12). Barang bukti obat dan makanan yang dimusnahkan, merupakan barang ilegal hasil pengungkapan selama 2018.

Kepala BPOM RI, Penny K Lukito merinci, produk yang dimusnahkan terdiri dari 89 item (60.013 kemasan) pangan ilegal, 86 item (16.442 kemasan) obat tradisional ilega1, 73 item (3. 267 kemasan) kosmetik ilegal, 70 item (512 kemasan) obat ilega1, dan 17 item (66 kemasan) bahan berbahaya.

“Keseluruhan produk ilegal tersebut ditemukan di empat puluh satu sarana produksi dan distribusi,” katanya, Kamis (27/12) di Medan.

Sejumlah barang bukti yang dimusnahkan BBPOM, Kamis (27/12). (Istimewa)

Dia menjelaskan, sepanjang tahun ini, BBPOM di Medan telah memproses 15 perkara pro-justitia dengan nilai barang bukti mencapai Rp 4,1 miliar yang didominasi oleh perkara di bidang pangan. Perkara pangan ilegal memang cukup mendominasi selama tiga tahun terakhir.

Untuk angka barang bukti, mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2016 mencapai Rp 10,34 miliar hasil dari 17 perkara pro-justitia dan Rp 3,01 miliar pada 2017 dari 17 perkara pro-justitia.

“Mengingat bahwa, pelanggaran di bidang obat dan makanan merupakan kejahatan kemanusiaan. Karena membahayakan kesehatan masyarakat dan mengancam generasi penerus bangsa. Maka, BPOM RI terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat sistem dan meningkatkan kinerja pengawasan obat dan makanan,” ungkapnya.

BPOM lanjutnya, terus melakukan strategi untuk menangani kejahatan di bidang obat dan makanan. Strategi dan kapasitas investigasi terhadap modus kejahatan cyber online, termasuk kolaborasi dengan masyarakat termasuk media dan criminal justice system (CJS) dalam operasi intelijen.

“Kemudian menggerakkan potensi dan kapasitas pemerintah daerah, termasuk peningkatan forum dan operasi bersama instansi/lembaga lain,” tandasnya.

Seluruh barang bukti dimusnahkan dengan cara di bakar. BBPOM terus berkomitmen untuk melakukan penindakan terhadap tindak kejahatan pangan dan obat-obatan.

(pra/JPC)