Majelis Etik Golkar Usulkan Batas Masa Jabatan Dewan 4 Periode

Ketua Majelis Etik Mohammad Hatta di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat

Salah satu yang dirumuskan terkait kader partai yang tersangkut masalah hukum. Dalam aturan kode etik yang telah dirumuskan, kader yang sudah terindikasi terlibat dalam pelanggaran hukum dapat segera ditindak sebelum menunggu keputusan hukum tetap.

“Kalau ada pelanggaran kode etik tidak menunggu inkrah. Sanksinya nanti tergantung, bisa ringan, berat, atau sedang,” kata Ketua Majelis Etik Mohammad Hatta di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa, (8/5).

Majelis Etik juga mengusulkan aturan batas masa jabatan anggota dewan yang maksimal empat periode. Baik itu di DPRD maupun DPR. Menurut Hatta aturan tersebut dibuat agar ada regenerasi di tubuh partai Golkar. Aturan tersebut pernah dibuat di era Orde Baru.

Majelis Etik juga mengkaji aturan soal dinasti politik. Akan ada aturan untuk meminimalisir dinasti politik di tubuh partai Golkar yang menjabat kepala daerah. “Baik itu dari ayah ke anak, suami ke istri, atau lingkaran keluarga lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Majelis Etik Golkar juga telah menyusun langkah-langkah pencegahan dengan menghimbau sejumlah kader Golkar untuk menjauhi praktek korupsi atau tindakan melanggar hukum lainnya.



Majelis etik telah meminta Ketua Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng membuat surat edaran ke anggota fraksi Golkar di DPR. Dia menambahkan, dalam pencegahan terdapat aturan. Pihaknya membuat pagar terhadap stakholder partai yang bertugas di legislatif, pengurus partai, atau eksekutif.

“Kita berikan barikade atau benteng dalam bentuk pakta integritas. Ini dalam upaya membuat Golkar menjadi partai yang bersih,” ujarnya.

Sementara itu, sembilan anggota Majelis Etik Golkar sudah ditentukan. Mohammad Hatta sebagai Ketua Majelis Etik, wakil ketua Andi Mattalatta, dan sekretaaris Rully Chairul Azwar.

Sedangkan anggotanya Hassan Wirajuda, H.Ibrahim Ambong, Djasri Marin, Farida Syamsi Chadaria, Tyas Indayah Iskansar dan A. Edwin Kawilarang


(yuz/JPC)