Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Gelar Halaqah Nasional Alim Ulama

JAKARTA – Gerakan kelompok radikal jadi perhatian serius semua elemen masayarakat Indonesia. Pasalnya, penyebaran paham Islam Trans-nasional semakin massif.

Sekadar diketahui, massif penyebaran paham Islam Trans-nasional menjadi ancam terhadap keberagaman bangsa Indonesia. Sebab itu, perlu dilakukan pencegahan terhadap gerakan kelompok tersebut.

Caranya? Elemen masyarakat harus menyatukan komitmen mencintai tanah air dengan berbagai keragaman yang ada. Seperti yang akan dilakukan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW).

Ya, Majelis Dzikir yang diinisiasi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. (HC) KH Ma’ruf Amin itu berencana menggelar Halaqah Nasional Alim Ulama, di Jakarta.

Menurut Sekretaris Jenderal Presidium Nasional MDHW Hery Haryanto Azumi, Halaqoh Nasional ini diharapkan jadi sarana bagi para ulama kembali menegaskan mencintai tanah air bagian dari iman seperti yang pernah digaungkan KH Asyim Asy’ari dalam Resolusi Jihad.



“Komitmen (mencatai tanah air adalah sebagian dari iman) sudah digaungkan KH Hasyim Asy’ary pada pra kemerdekaan. Nah sekarang harus digaungkan kembali,” ujar Hery.

Selain itu, halaqah nasional nanti diharapkan terbangunnya aliansi strategis antara elemen Islam dengan Nasionalis. Dengan dua elemen itu bersatu, tentu sangat kuat melawan paham kelompok radikal yang sudah mengancam keselamatan bangsa dan negara.

“Makanya, kegiatan ini mendesak untuk dilakukan seiring menguatnya kelompok Islam Trans-nasional dan kelompok Islamis,” tandas Hery yang juga Wasekjen PBNU.

Halaqah Nasional Alim Ulama, kata Hery, akan iikuti sekitar 500 ulama di seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo juga turut hadir menjadi narasumber bersama KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan.

“Diakhir acara nanti, kami berharap ada deklarasi atau komitmen untuk mempertahankan NKRI atas landasan ke-Islaman dan komitmen untuk mengintegrasikan umat Nahdliyyin dan Marhaen,” pungkas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Pewarta: Kisno Umbar
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Kisno Umbar