Majalah Time Tetapkan Greta Thunberg Jadi ‘Person of The Year 2019’

ZETIZENID – Bukan hal yang mengejutkan bila aktivis iklim muda Greta Thunberg didapuk menjadi ‘Person of The Year 2019’ oleh Majalah Time. Ia pun mencetak sejarah dengan menjadi yang termuda dalam daftar ‘Person of The Year’ oleh Time.

Remaja 16 tahun tersebut telah menjadi ikon aksi protes global untuk isu krisis iklim. Thunberg memulai aksinya pada hari Jumat di Agustus 2018 dengan berdiri di depan gedung parlemen Swedia membawa tulisan ‘Skolstrejk för klimatet’ yang berarti ‘School Strike for Climate’.

Gerakan tersebut lah yang kemudian dikenal dengan tagar #FridaysForFuture dan menjadi aksi rutin yang ia lakukan dengan berkeliling dunia. Dari yang awalnya sendiri, Thunberg kini telah menginspirasi jutaan anak dari seluruh dunia untuk melakukan hal serupa.

Salah satu kunci dari aksi protesnya ini adalah untuk menuntut pemimpin dunia sebagai agen perubahan paling berpengaruh untuk mengambil tindakan terhadap isu krisis iklim dengan memercayai hasil penelitian dari para ilmuwan.

Dilansir dari Time (14/12), kenaikan suhu dunia sejak Revolusi Industri akan mencapai angka 1,5 ° C — suatu kemungkinan yang para ilmuwan peringatkan akan memaparkan sekitar 350 juta orang tambahan untuk kekeringan dan mendorong sekitar 120 juta orang ke keadaan ekstrem kemiskinan pada tahun 2030.

Pada Konferensi Iklim PBB di New York September lalu, Thunberg menyampaikan pidato yang penuh emosi. “Kalian telah mencuri mimpiku dan masa kecilku dengan omong kosong kalian,” ujarnya dalam pidato tersebut, merujuk pada para pemimpin dan politisi yang memangku kebijakan.

Aksi tersebut tak akan berhenti hingga Swedia selaras dengan Perjanjian Paris. “Kita tidak bisa hanya melanjutkan hidup seperti tidak ada besok, karena ada hari esok,” ujarnya, dikutip dari Time (14/12). Ia selalu tegas dan konsisten dalam menggaungkan isu krisis iklim ini melalui perspektif yang ia percayai, bahwa “Samudera akan meningkat”, “Kota-kota akan tenggekam”, dan “Jutaan orang akan menderita”.

“Aku ingin kalian panik. Aku ingin kalian merasakan perasaan takut yang aku rasakan setiap hari. Dan kemudian aku ingin kalian untuk beraksi,” ujarnya dalam gelaran World Economic Forum di Davos, Switzerland pada Januari lalu.

Majalah Time mendeskripsikan sosok Greta Thunberg adalah gadis remaja biasa yang memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran pada kekuasaan dan telah menjadi ikon generasi ini.

“Thunberg bukan pemimpin dari partai politik atau grup advokasi apapun. Dia juga bukan orang pertama yang mengawatirkan tentang krisis iklim, bukan juga yang memiliki kualifikasi untuk membenahinya. Dia bukan ilmuwan atau politisi. Dia tidak punya akses pada pengaruh tuas tradisional: ia bukan milyuner atau seorang putri, bintang pop ataupun orang dewasa,” jelas para kolumnis Time.

Sebelum Thunberg, ada pula nama-nama para tokoh besar seperti Barack Obama, Mark Zuckerberg, hingga Donald Trump yang didapuk menjadi ‘Person of The Year’ oleh Majalah Time. Thunberg menjadi anak muda yang pertama kali sejak 1927 yang mendapatkan gelar tersbeut.

Penulis: Ananda Triana
Foto: Istimewa