Main Dominan, Lemah di Penyelesaian

MALANG KOTA – Usai berpesta di kandang Sriwijaya FC, 21 Juli lalu, Arema FC mencatat hasil mengecewakan pada tiga laga berikutnya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sebenarnya, dari sisi permainan, Arema FC tetap menunjukkan gaya ofensif pada tiga laga tersebut. Namun, juga unggul dari segi penguasaan bola.

Bahkan, saat menghadapi Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (11/8), penguasaan bola Arema FC menembus angka 55 persen. Jauh lebih baik ketimbang saat menghadapi Sriwijaya FC, di mana penguasaan bolanya hanya 46 persen.

Namun, mengacu data yang diolah tim Jawa Pos Statoskop, Arema FC mengalami masalah pada finishing touch (penyelesaian akhir).

Ketika menang 3-0 atas Sriwijaya FC, pemain Arema FC melepaskan 13 tembakan. Sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang Sriwijaya. Dari data itu, akurasi tembakan pemain mencapai hampir 70 persen.

Tapi setelah itu, akurasi tembakan pemain Arema FC menurun. Dimulai dari 57 persen saat kalah 3-4 lawan Mitra Kukar (27/7), 31 persen saat seri 1-1 lawan Persija, serta 21 persen ketika seri 2-2 lawan Borneo FC (11/8).

Anda yang menyaksikan empat laga itu mungkin masih ingat komposisi pemain depan yang dipasang oleh pelatih Arema FC Milan Petrovic. Pada empat laga itu, komposisi lini depannya tak pernah sama.

Dimulai dari duet Rivaldi Bawuo-Dendi Santoso saat menghadapi Sriwijaya FC, Dedik Setiawan-Rivaldi Bawuo (vs Mitra Kukar), trisula Dedik Setiawan-Hamka Hamzah-Rivaldi Bawuo (vs Persija), dan trio Dendi Santoso-Ahmad Nur Hardianto-Jefri Kurniawan (vs Borneo FC).

Dari laga itu, Milan nampaknya belum menemukan formasi paten untuk lini depannya. Apalagi, keinginannya untuk mendapatkan striker murni pada bursa transfer tengah musim tak terpenuhi.

Pada bursa transfer, Arema FC hanya mendatangkan satu striker. Yakni Sunarto. Pemain jebolan Akademi Arema itu memang pernah bermain sebagai target man.

Tapi, sepanjang karirnya, dia lebih banyak berperan sebagai second striker. Bahkan, saat membela Persis Solo di Liga 2 musim ini, Sunarto bermain sebagai winger.

Karena itu, Milan tak punya pilihan selain memaksimalkan pemain yang ada. Dia harus bisa membenahi penyelesaian akhir Dedik Setiawan dan kawan-kawan.

Peluang untuk melakukan pembenahan terbuka. Sebab, Liga 1 rehat sejenak karena ada agenda Asian Games. Laga terdekat, Arema FC akan menghadapi tuan rumah Persib Bandung, 13 September mendatang.

”Masih ada satu bulan untuk persiapan. Kami optimis bisa memperbaiki performa,” kata pelatih Arema FC Milan Petrovic.

Sebagai informasi, setelah laga lawan Borneo FC, tim Arema FC diliburkan selama sepekan. Para pemain baru berkumpul lagi, Sabtu pekan ini (18/8). (c1/muf)

 

Penyunting: Indra Mufarendra