Mahathir Mohammad Menang, Apa Keuntungan yang Didapat Indonesia?

Mahathir Mohammad

Lantas apakah kemenangan Mahathir Mohammad berpengaruh pada hubungan bilateral dengan Indonesia dengan Malaysia?.

Pengamat politik internasional Universitas Paramadina, Pipip Rifai Hasan mengatakan, kemenangan Mahathir ini tidak akan memberikan efek yang berarti bagi Indonesia. Sebab selama ini memang Malaysia memiliki hubungan bilateral yang baik.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ketika melakukan pertemuan dengan Mahatir Muhammadi di Tampaksiring, Bali, 8 Agustus 2002
(Supri/REUTERS)

“Hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia tidak punya masalah ya. Karena Mahathir ini sudah menjadi pemimpin Malaysia lama sekali 22 tahun dan mempunyai hubungan baik,” ujar Pipip kepada RADAR MALANG ONLINE, Sabtu (12/5).

Sejauh ini dikatakan Pipip, Mahatir tidak punya problem permasalahan dengan satu kelompok politik di Indonesia, baik itu yang berkuasa ataupun yang sedang oposisi.

“Jadi artinya terhadap Indonesia tidak akan ada perubahan apa-apa, itu saya kira,” katanya.

Sementara apakah ada perbedaan antara kepemimpinan Najib Razak dengan Mahathir Mohammad terhadap hubungan bilateral Indonesia?. Menurut Pipip tidak ada perubahan. Karena dua tokoh ini selama ini tidak pernah ada problem kepada Indonesia.

“Tidak ada perubahan hubungan bilateral. Karena antara Pak Mahathir dengan Najib Razak selama ini dengan Indonesia baik-baik saja,” ungkapnya.

Namun demikian, kemenangan Mahathir Mohammad ini dikatakan Pipip akan menjadi semangat bagi partai-partai oposisi dalam menghadapi petahana di hajatan pemilu.

“Karena paling tidak memberikan semangat baru kepada oposisi,” tuturnya.

Karena bagi Pipip, memang bukanlah hal yang luar biasa apabila oposisi mengalahkan petahana. Terlebih itu bukanlah yang baru. Misalnya Partai Demokrat yang selama ini mengantarkan kemenangan Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat, berhasil dikalahkan oleh Partai Republik lewat Donald Trump.

“Jadi itu hal yang normal partai berkuasa bisa dikalahkan oposisi,” pungkasnya.

Sekadar informasi, hasil akhir pemilu Malaysia, menunjukkan keunggulan koalisi Pakatan Harapan (PH) dalam perolehan kursi parlemen atau Dewan Rakyat.

Koalisi PH yang dipimpin Mahathir Mohammad meraih 113 kursi dari total 222 kursi Dewan Rakyat yang diperebutkan. Di sisi lain Koalisi Barisan Nasional yang dipimpin sang petahana Najib Razak hanya meraih 79 kursi.

Mahathir Mohammad, resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Damansara, Malaysia, Kamis malam, 10 Mei 2018.

Dengan dilantiknya Mahathir, ia menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia. Jabatan ini merupakan yang kedua kali bagi Mahathir setelah menjadi perdana menteri pada 1981-2003.?


(gwn/JPC)