Mahasiswa UIN Malang Ini Terbitkan Buku Tentang Berlogika Itu Asyik, Simak Penjelasannya

KOTA MALANG- Menjadi mahasiswa membuat karya tulisan berupa skripsi sudah kewajiban dan biasa. Namun, jika mahasiswa tersebut selain menulis skripsi juga berkontribusi dalam menggarap suatu buku, itu baru luar biasa.

Adalah Iqbalul Mu’id mahasiswa UIN Malang semester delapan yang berkontribusi dan menyusun karya pertamanya “Mari Menjadi Waras”. Berkolaborasi dengan beberapa penulis, mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab tersebut melukis kata-kata tentang pentingnya berlogika di bukunya.

Seperti penuturannya saat dihubungi radarmalang.id via whatsapp. “Saat ini banyak pemberitaan hoax dan tidak adanya filter yang cukup membentengi. Maka dari itu salah satu antisipasinya adalah harus belajar ilmu logika, supaya tidak mudah tertipu daya,” tuturnya.

Selain itu, dalam buku tersebut, kata Mu’id, ia juga ingin merekrontruksi pemaknaan berlogika yang acap kali diartikan sebagai cara berpikir kaku, lurus, dan sistematis saja. “Padahal jika diulas lebih lanjut akan ada sisi humorisnya,” tambah dia.

Selanjutnya, pria asal Turen Kabupaten Malang mencontohkan beberapa tokoh yang membuat logika mampu dilirik sebagai hal yang menarik dan penuh akan gelak tawa. Namun, tak ketinggalan pula nilai filosofisnya.



“Seperti Cak Lontong dan Gus Dur yang menjadi praktisi logika,” imbuh Muid.

Buku karya Muid dan kawan-kawannya juga tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab pada bagian pengantarnya ditulis langsung oleh rektor STF sekaligus pengasuh Pesantren Baitul Luhur Kepanjen, Ach. Dhofir Zuhry.

Selain Dhofir, ada pula dosen logika STF Al-Farabi, Ach. Koirun Nafis yang menjadi pembimbing dan juga penulis utama dalam buku “Mari Menjadi Waras”.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Istimewa