Mahasiswa Polinema Mahir Bongkar Pasang Mesin Pesawat

”Pesawat itu alat transportasi paling aman di dunia, jika dijalankan sesuai dengan prosedur atau aturan dari tipe pesawat masing-masing,” kata Taufik Hidayat, instruktur kelas kerja sama Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan PT GMF AeroAsia di sela-sela menjelaskan kinerja mesin pesawat Boeing DC 9/ Boing 737 seri 200 kemarin (25/10).

KOTA MALANG – ”Pesawat itu alat transportasi paling aman di dunia, jika dijalankan sesuai dengan prosedur atau aturan dari tipe pesawat masing-masing,” kata Taufik Hidayat, instruktur kelas kerja sama Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan PT GMF AeroAsia di sela-sela menjelaskan kinerja mesin pesawat Boeing DC 9/ Boing 737 seri 200 kemarin (25/10).

Menurut dia, pesawat harus melewati serangkaian perawatan sebelum diterbangkan oleh pilot. Di antaranya, pengecekan sebelum terbang, jalan keliling, dan pelaporan kepada kapten. ”Kalau ada kendala, pesawat tak akan diizinkan terbang,” tandas pria asal Jakarta ini.

Sementara itu, Deputi Manajer Kelas Kerja Sama Polinema-GMF Utsman Syah Amrullah menambahkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat mesin pesawat. Yaitu, fan blade, kompresor low, turbin, 8 titik combustion chamber (ruang bakar), kompresor hight, dan ex haust plug (fungsinya seperti knalpot pada motor). ”Mahasiswa harus paham cara kerjanya, tidak boleh pakai logika (diakali). Harus sesuai dengan buku panduan manualnya,” tambahnya.

Dua mesin pesawat dengan panjang 3,5 meter itu, dia menjelaskan, fungsinya untuk alat peraga dan bongkar pasang. Tujuannya agar mahasiswa lebih memahami cara kerja mesin pesawat berdiameter sekitar 1 meter tersebut. ”Yang satunya untuk praktik, satunya lagi untuk dibongkar-pasang,” terang pria yang tinggal di Malang sejak 2005 ini.

Pewarta : Imam Nasrodin
Penyunting : Kholid Amrullah
Copy Editor : Indah Setyowati
Fotografer : Darmono