Mahasiswa Papua di Dinoyo Malang Tuntut 3 Hal, Apa Saja?

MALANG KOTA – Upaya mediasi antara mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Malang dengan warga masyarakat Kelurahan Dinoyo, Kota Malang berlangsung serius di ruang forpimda, Polres Makota, Senin (2/7).

Hadir selain kedua belah pihak, Letkol Inf Nurul Yakin, Dandim 0833 Kota Malang, AKBP Asfuri, Kapolres Makota dan Sutiaji, Plt Wali Kota Malang.

Sekitar lebih dari 40 perwakilan AMP hadir. Ditemui sebelum acara, Johanes Giae, perwakilan AMP mengungkapkan jika ia datang membawa tiga aspirasi.

Pertama, perbaiki dan kembalikan barang yang telah diambil. Termasuk 8 laptop dan 4 handphone. Serta, beberapa barang lain yang dirusak, seperti televisi sampai alat masak. Kedua, pencopotan Kapolsek Lowokwaru dari jabatan karena sebagai aparat terdekat dinilai tak bisa mengamankan keadaan.

Ketiga, agar membuka ruang demokrasi untuk warga Papua. “Kami dibolehkan berdiskusi. Tidak boleh diintervensi sampai ke tempat tinggal,” ujar John Giae, perwakilan Aliansi Mahasiswa Papua.

Selain itu, juga adanya silaturahmi untuk mengembalikan nama baik warga Papua itu sendiri. Terutama dengan warga Dinoyo. “Besosialisasi dengan orang kecil, di Dinoyo. mau lebih akrab dengan mereka supaya terasa nyaman,” tambahnya.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia