Mahasiswa ITN Juara Lomba Kuat Tekan Beton Tingkat Nasional, Kampus Gratiskan SPP 2 Semester

Tim dari ITN yang sukses memboyong juara lomba kekuatan beton

KOTA MALANG – Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) yang digelar pada 10-12 Mei lalu di Universitas Kristen Petra berhasil dirajai oleh tim Engineer dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Siapa sangka di balik prestasinya menyabet juara pertama, tim yang beranggotakan 3 orang tersebut sempat molor melakukan percampuran semen karena kelalaian panitia.

“Kami diberi waktu 1 jam untuk mencampurkan semen, pasir, fly ash, kerikil, dan air. Nah untuk komposisinya kita bebas tentukan berapa yang akan kita gunakan. Akan tetapi saat diberi panitia, ternyata komposisi yang diberikan tidak sesuai. Sehingga kita molor pengerjaannya selama 10 menit,” cerita Ketua tim Engineer, Reynhard Bayu Pranada Ghunu.

Untungnya saat itu panitia memaklumi keterlambatan kelompok ini dan memberi dispensasi waktu selama 10 menit. Komposisi mix design mereka menggunakan hidrolik. Sebelum kompetisi ini digelar, mereka telah berlatih selama sebulan dan sempat gagal 2 kali.

“Jadi beton yang kita buat campurannya nggak bisa nyatu, semen sama kerikilnya ngikut air terus,” sambungnya.

Kompetisi LKTB sendiri merupakan kompetisi pembuatan beton yang menuntut tim agar pandai-pandai membuat komposisi beton dari limbah pembakaran batu bara. Seluruh tim diharapkan mampu membuat beton tidak murni semen atau menggunakan campurah fly ash (abu terbang).

Beton yang dibuat Reynhard bersama dengan I Komang Azi Sunaryo dan Wahyu Bangkit Pangestuaji ini menggunakan komposisi fly ash 40-45 persen. Sisanya menggunakan semen. Meski tak sekuat semen, beton ini mampu menahan tekanan hingga 1.000 kilonewton.

“Sebenarnya inti dari beton itu bagus atau tidak adalah pada saat pencampurannya. Mau komposisinya sama dengan kami tapi kalau tim lain dari segi air maupun kerikil nggak teliti ya buyar. Kalau untuk komposisi bahan lain kayak air itu kita pakai insting,” bebernya.

Ketelitan mereka membuat kepulangan ke Malang dapat memboyong trophy dan uang tunai Rp 5 juta. Selain itu, ketiga mahasiswa ini juga diapresiasi pihak ITN Malang dengan pembebasan SPP selama 2 semester.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu