Mahasiswa Ingat! Berbahasa ke Dosen Ada Etikanya

MALANG – Mahasiswa, sering dalam sikap berbahasa tidak memperdulikan etika. Padahal, bahasa pun ada etikanya, tergantung dengan siapa kita berbicara.

“Tindak tutur di diri mahasiswa itu perlu dibiasakan. Ada hal-hal yang tidak tepat, simpel tapi perlu dibenahi terkait kesantunan bahasa, khususnya ke dosen,” tukas Suryantoro MPd, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unikama dalam acara Sarasehan Mahasiswa dan Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jumat, (17/1).

Menurut Suryantoro, ranah komunikasi di umum dan akademik harus dibedakan. “keduanya itu harus dipisahkan, perlu kesadaran dari diri mahasiswa untuk,” tambah Surya di Aula Sarwakirti Unikama.

Menyebut contoh, mahasiswa yang sering menghubungi dosen melalui perpesanan instant Whatsapp seringkali mengabaikan etika berbahasa ini.

Maka dari itu, Unikama mencoba menyatukan visi dan pandangan lewat forum. Bertajuk sarasehan, semua mahasiswa angkatan dan dosen, kaprodi hingga dekanat Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia disatukan dalam sebuah forum informal.

Acaranya simpel. Mereka duduk bersama, lesehan. Unikama ingin mahasiswa lebih menghargai bahasa, kedua pihak yang disatukan dalam jaring akademik itu pun bertukar ilmu dan pandangan.

“Sengaja acara dikemas dalam forum sarasehan begini agar tidak ada sekat diantara mahasiswa dan dosen. Kami mencoba mensosialisasikan penggunaan bahasa dalam forum yang rileks, jadi tidak ada jarak dan sekat,” tuturnya.

Sementara itu, acara ini dibuat juga sebagai rangkaian dari peringatan Hari Bahasa Nasional atau yang biasa disebut bulan bahasa. Narasumbernya, berasal dari dosen internal Unikama.

Acara ini juga mengajari pendewasaan karakter melalui bahasa kepada mahasiswa, terutama di Media Sosial. “Mahasiswa Unikama nantinya kami harap bisa jadi semacam contoh dalam penggunaan bahasa yang baik di medsos,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia