Mahasiswa Breprestasi di ITN Malang Ada yang Nyambi Jadi Driver Ojol, Ada yang Sukses Bikin Mesin Pengaduk Dodol Otomatis

Dari kiri : Ibra Moch. Isdes, Wilda Ariffatul Faisalnur, Ajie Pangestu Sukirno, Febri Setiawan

KOTA MALANG – Kebahagiaan kedua orang tua, menjadi motivasi setiap mahasiswa untuk lekas menyelesaikan studinya di bangku perkuliahan. Sama halnya dengan Febri Setiawan, 22.

Dibesarkan dari keluarga petani, mahasiswa S-1 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang ini sempat tak bisa kuliah karena terkendala biaya. “Alhamdulillah saya dapat beasiswa bidikmisi dari kemenristekdikti untuk masuk ITN,” ujarnya.

Kini, Febri bahkan menjadi salah satu dari 13 wisudawan terbaik. Dengan IPK 3,83, sebelumnya ia juga banyak mengukir prestasi. Mulai dari lolos PKM hingga pendanaan pada 2016, juga menjadi 10 besar finalis lomba beton tingkat nasional, 2 kali kompetisi beton inovasi di Surabaya.

Ia juga pernah ikut dalam proyek renovasi GOR Lombok Barat sebagai asisten perencanaan struktur dan pengawas pelaksana pembangunan Transmart Malang. Febri berhasil lulus dengan karya skripsinya berjudul Perencanaan Struktur atas Swiss Bell Hotel Darmo Suratnya dengan sisten Ganda Rangka Pemikul Momen dan Dinding Geser Khusus.


“Mengingat Surabaya juga berpotensi gempa, saya ranca perencanaan pembangunan di hotel itu menggunakan struktur bangunan yang mampu menahan gempa,” ujar pria yang juga menjadi driver ojek online sejak 2018 ini.

Satu lagi mahasiswa berprestasi, ialah Ajie Pangestu Sukirno, 21. Mahasiswa D-3 Teknik Industri asal Bekasi ini membuat alat pengaduk dodol semi otomatis.

“Ini untuk membantu UMKM pembuat dodol agar tak lagi manual,” kata mahasiswa dengan IPK 3,65 ini

Dibuat dalam jangka waktu 4 bulan, alat tersebut berbentuk kubus, memodifikasi dengan wajan juga pengaduk otomatis di atasnya. Sementara di bodi bawah diberi ruang untuk meletakkan kompor sebagai pemanas.

“Kelebihannya, selain ekonomis dari segi bahan, juga mudah dilepas pasang saat membersihkannya,” tandas dia.

Sebelumnya, alat tersebut sudah diuji coba di sebuah UMKM pembuat dodol apel di Bumiaji dengan tingkat keberhasilan hampir 100 persen apabila takaran bahan yang dimasukkan sesuai.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia