Macet Bikin Repot, di Mana Pemerintah?

Jika melihat kemacetan Kota Malang yang sudah tidak wajar dan menimbulkan ketidaknyamanan, solusi yang hanya membenahi jalan seperti pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas saja, justru akan memicu warga memanjakan diri untuk menggunakan kendaraan pribadi. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, penyebab kemacetan adalah banyaknya kendaraan pribadi dan akan terus berlanjut apabila hanya membenahi jalan tanpa diimbangi dengan fasilitas kendaraan umum.

Secara tidak langsung, jika kita sering menggunakan kendaraan pribadi, kita menyumbang kemacetan dan meminjam istilah Koalisi Pejalan Kaki: ”Biang Macet Teriak Macet”, kita yang menyumbang pemicu kemacetan, tapi mengeluh jalan macet. Penyediaan angkot sebagai kendaraan umum, bagi saya kurang mengatasi kemacetan, justru ikut andil dalam kemacetan karena sopir yang mengetem sembarangan, memotong jalan mendadak, dan ugal-ugalan (jalan agak melambat, berhenti mendadak, dll).

Menurut saya, solusi untuk mengatasi kemacetan jalan di Kota Malang adalah: pertama, segera melakukan kajian tentang light rail transit (LRT) yang menjangkau hampir keseluruhan sisi kota, terutama titik kritis kemacetan sehingga warga yang tidak ingin terjebak kemacetan bisa beralih ke LRT.

Kedua, revitalisasi trotoar  dan penambahan jalur sepeda agar memotivasi warga untuk berjalan kaki serta bersepeda sehingga dapat menekan kemacetan karena beralih berjalan kaki dan bersepeda. Ketiga, menggalang dukungan untuk warga agar lebih memilih kendaraan sepeda dan menyediakan fasilitas sepeda, misal parkir sepeda, jalur sepeda, dll. Keempat, menaikkan biaya parkir. Hal ini memicu warga untuk mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan pribadi.

Faiz – Malang