Mabuk Oplosan, Sekelompok Remaja Lakukan Pengeroyokan

KARANGPLOSO – ”Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan, gara-gara kamu orang kehilangan masa depan.” Penggalan lirik lagu Rhoma Irama berjudul Mirasantika itu agaknya cocok menggambarkan kasus yang terjadi di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso.

Rabu malam (11/12), sekelompok pemuda di sana kedapatan melakukan pengeroyokan kepada Ahmad, 21, salah satu pegawai di toko kelontong. Sebelum terjadi pengeroyokan, para pelaku diduga kuat berada dalam pengaruh minuman keras (miras).

Polisi yang mengetahui kabar itu pun langsung melakukan pendalaman.  M. Marwan Jawari Adilah, 19; Nala Roghiba, 19; dan Naja Tolabi, 19, akhirnya bisa dibekuk. Kanitreskrim Polsek Karangploso Ipda Loto Condro Siswanto mengatakan bila kejadian tersebut diketahui setelah korban yang berada dalam kondisi luka-luka melaporkan ke pihaknya.

”Korban datang beberapa saat setelah pengeroyokan itu terjadi. Korban mengalami luka memar di bagian bibir dan luka lecet di lutut kiri dan lengan sebelah kiri,” terang dia.

Menurut laporan korban, pengeroyokan tersebut berawal ketika Ahmad sedang menunggu di depan toko tempatnya bekerja. ”Si korban ini hanya menyapa empat tersangka, tapi entah mengapa keempat sekawan ini tiba-tiba meminggirkan motor dan menghajar korban,” tambah Condro.

Selang beberapa jam kemudian, polisi akhirnya bisa menangkap beberapa pelaku. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap empat pelaku lainnya. ”Semua pelaku sedang mabuk, setelah kami telusuri ternyata memang habis pesta miras oplosan. Mereka meminum alkohol medis yang dicampur minuman berenergi,” tutup Condro. 

Pewarta : Biyan Mudzaky
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya