Dari kiri, Juri Green School Festival (GSF) Dwi Fitri Wiyono, Penanggung Jawab GSF Atimah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah, General Manager Jawa Pos Radar Malang Don Virgo, dan Ketua Tim Juri Fadillah Putra, kemarin (29/9).

MALANG KOTA – Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Batu mampu menggratiskan pendidikan mulai taman kanak-kanak (TK) hingga SMA/SMK. Bahkan, saat SMA/SMK diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), tetap gratis.

Lalu, mampukah Kota Malang mengikuti jejak Kota Batu tahun depan? Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah menyampaikan, tahun depan masih belum merealisasikan pendidikan gratis hingga SMA-SMK. Karena masih belum memungkinkan untuk anggarannya. ”Masih belum memungkinkan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah)-nya,” kata mantan sekretaris Disdik Kota Malang ini kemarin.

Menurut dia, pos untuk bosda (bantuan operasional sekolah daerah) TK-SMP Kota Malang mencapai sekitar Rp 160 miliar tahun ini. Namun, disdik juga berharap pendidikan di Kota Malang bisa gratis hingga SMA/SMK. ”Sudah lumayan untuk bosda sampai SMP. Tapi, harapan kami juga seperti itu nanti (garis hingga SMA),” ucap mantan Kadinsos Kota Malang ini.

Lebih lanjut, jumlah pendidikan dan siswa di TK-SMP Kota Malang relatif lebih banyak dibandingkan Kota Batu. Sehingga, sekolah gratis mulai SD hingga SMA tersebut masih belum dilakukan di Kota Malang. ”Karena lembaga pendidikan di Kota Malang relatif lebih banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadisdik Kota Batu Mistin menyatakan, meski SMA/SMK sudah dikelola pemprov, pihaknya tetap menggratiskan. Sebab, sebagian besar yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut adalah warga Batu. ”Kan yang sekolah tetap anak-anak sini. Jadi, sudah sewajarnya mereka dapatkan itu,” ungkap alumnus IKIP Malang ini.

Menurut dia, warga yang menyekolahkan anak tidak perlu memikirkan biaya. Sehingga, uangnya bisa ditabung atau untuk keperluan lainnya. ”Uangnya bisa ditabung untuk kuliahkan anaknya nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kamis lalu Disdik juga mencairkan bosda sekitar Rp 19 miliar kepada semua sekolah di Kota Batu. Uang tersebut untuk operasional di sekolah. ”Besaran tiap sekolah beda-beda, disesuaikan dengan jumlah muridnya,” ungkap mantan guru ini.

Tahun depan, dia menyatakan, bosda juga bakal berlanjut pada tahun depan. Dengan begitu, tahun depan sekolah hingga SMA/SMK tetap gratis di Kota Batu. ”Tahun depan juga tetap gratis,” tandasnya. (im/c3/lid)