Lusa, Tronton Diliburkan Sehari

MALANG KOTA – Para pengendara kendaraan berat mulai lusa (29/12) hingga 1 Januari 2019 bisa istirahat total. Sebab, selama 24 jam, semua kendaraan angkutan berat, seperti tronton dan truk gandeng, tidak boleh melintas di jalan raya. Ini berdasar  surat tembusan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM/115/2018 yang diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Klasifikasi kendaraan berat tersebut adalah yang memiliki berat lebih dari 14 ton. Selain itu, kendaraan sumbu 3 atau lebih.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kota Malang Ir Ngoediono menjelaskan jika kebijakan temporer tersebut sebenarnya sudah berlaku menjelang hari besar Natal 2018 dan Tahun Baru (Nataru) 2019 di beberapa wilayah. Sementara di Malang sendiri berlaku lusa (29/12). ”Dalam satu hari, kami batasi truk-truk yang sesuai klasifikasi memang harus dibatasi,” ujarnya.

Ngoediono menambahkan, kebijakan itu diberlakukan tidak lain untuk menekan angka kemacetan yang biasa terjadi pada pergantian tahun. Apalagi, pada tanggal itu merupakan puncak arus wisatawan yang ingin ke Malang. Dan pastinya juga berpengaruh pada masuknya kendaraan ke Malang yang tentu akan meningkat. ”Maka dari itulah, angkutan barang dibatasi untuk memperlancar arus lalu lintas,” ungkapnya.

Berlakunya kebijakan itu tidak berlaku bagi truk barang pengangkut  bahan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut agar tidak terjadi kelangkaan kebutuhan masyarakat saat momen Tahun Baru. ”Maka dari itulah, truk yang masuk klasifikasi itu dan ingin melintas di jalan nasional Pandaan–Malang harus ada izin terlebih dahulu,” terangnya.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Darmono