Lupa Matikan Setrika, 40 Rumah Hangus Terbakar

Kebakaran besar tersebut terjadi pukul 14.00 WIB, Senin (25/12). Api bermula dari rumah milik Ajid. Dugaan kuat api bersumber dari setrikaan baju yang lupa dimatikan dengan posisi setrika ke bawah dan menimbulkan percikan api.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Gayo mengungkapkan angin yang besar dan cuaca yang panas membuat api makin membedar dan merembet ke rumah-rumah sebelahnya dan menimbulkan asap hitam dan debu bakaran.

“Totalnya ada sekitar 40 unit rumah yang didiami 60 KK. Tidak ada korban jiwa, kerugian materi sedang didata,” ujarnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group).

Petugas menurunkan 7 unit mobil pemadam kebakaran. Menurut Gayo, api baru bisa dipadamkan pukul 16.20. Padatnya rumah warga dan akses jalan ke lokasi membuat damkar susah menjangkau lokasi.



Hingga saat ini, sebagian warga diungsikan ke SDN Empang yang belokasi di wilayah tersebut. “Data pengungsi belum ada karena warga masih sibuk mengurus barang bawaan, tapi tidak semua yang mengungsi. Sebagian ada yang ikut dengan keluarga mereka,” bebernya.

Gayo menambahkan, sebagian warga saat kejadian tengah menikmati liburan dan tidak ada dirumah. Salah satunya Ane (30). Ia yang sedang ada acara diberitahukan tetangganya bahwa rumahnya ludes terbakar.

“Bener saja sampai rumah sudah gosong dan tidak ada yang bisa diselamatkan, semua terbakar,” ujar Ane.

Kata dia, benda-benda yang terbakar merupakan dokumen-dokumen penting, seperti Akte dan surat lainnya, uang, perhiasan, juga pakaian semua habis. “Semua tidak bisa diselamatkan,” tambahnya.

Sementara, Niar salah satu korban kebakaran yang mengungsi mengharapkan ada bantuan secepatnya seperti tempat tinggal yang layak, buat anak-anak sekolah dan lain sebagainya.

“Saya bingung pak harus tinggal di mana,” ujarnya kepada dengan nada bersendu-sendu.

Pantuan Radar Bogor beberapa bantuan telah datang ke tempat pengungsian malam tadi. Bantuan tersebut berupa sembako mobil dapur dan lain sebaginya.


(yuz/jpg/JPC)