Lulus dari Unikama, Begini Kesan Putra Papua Selama di Malang

KOTA MALANG – Malang, disebut mahasiswa Papua ramah. Selain ramah di kantong, masyarakat Malang juga dinilai ramah dan baik-baik. Hal ini diungkap, Amos Koba, mahasiswa asal Papua, yang baru saja diresmikan lulus lewat yudisium Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) pagi tadi, Rabu, (21/8).

“Saya lihat Malang ini kan Kota pendidikan, banyak kakak tingkat saya dulu di Papua yang menyarankan lanjut kuliah di Malang,” katanya usai Yudisium di Auditorium Multikultural Unikama.

Selama 4 tahun menimba ilmu di Malang, mahasiswa Sastra Inggris ini mengakui banyak kenangan yang tak terlupakan. “Selama berkuliah saya ikut HMJF atau Himpunan Mahasiswa Fotografi,” ceritanya.

Selama mendalami fotografi, dia mengaku ke tempat-tempat indah di Malang. “Paling indah saya rasa pantainya, indah dan banyak sekali. Tapi saya ke Bromo juga pernah,” kenangnya. Menurutnya hal itu tak akan ia lupakan, bahkan ketika nanti ia kembali ke Papua.

Saat ditanya apa ada rencana selanjutnay pasca lulus dari Unikama, Amos mantap untuk kembali ke tanah kelahirannya. “Saya punya misi menyebar ilmu yang saya dapat di sini ke kampung halaman saya di papua sana,” tegas dia.



Tak lupa, mahasiswa angkatan 2015 ini juga berterima kasih kepada almamaternya, Unikama dan para dosen yang telah membimbingnya selama ini. Amos menilai Unikama cukup baik dalam memperlakukan mahasiswa. Ia merasa benar-benar dibimbing hingga akhirnya lulus dalam waktu 4 tahun saja.

Amos adalah satu dari 154 sarjana strata satu (S1) total 154 mahasiswa yang di yudisium di Auditorium Multikultural Unikama, Rabu (21/8). 154 sarjana tersebut terdiri dari 35 mahasiswa Sastra Inggris, 65 mahasiswa Pendidikan bahasa dan Sastra Inggris, dan 54 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia