LSI Prediksi Enam Parpol Ini Gagal Lolos ke Senayan, Suaranya Nol Koma

Ardian Sopa

Divisi pertama, peneliti LSI Ardian Sopa menjelaskan, yakni partai politik yang memiliki kekuatan elektoral diatas 10 persen dan sedang saling merebut posisi pertama. Menurutnya, hanya tiga partai yang dapat bersaing di divisi utama.

Mereka adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan perolehan suara 21,70 persen, partai Golkar dengan 15,30 persen dan partai Gerindra sebesar 14,70 persen.

“Perolehan suara tiga partai ini diprediksi melampaui perolehan suara mereka saat pemilu legiltif 2014 lalu,” kata Ardian di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (8/5).

Ardian menuturkan, divisi selanjutnya adalah divisi papan tengah yang diisi oleh partai kebangkitan bangsa (PKB) dan Partai Demokrat. Parpol ini memiliki tingkat keterpilihan di bawah 10 persen, namun dirinya memastikan bahwa partai-partai ini tetap akan lolos ambang batas parlemen (parlementary threshold) sebesar 4 persen.

“PKB mendapatkan 6,20 persen dan Demokrat 5,80 persen. Dukungan terhadap kedua partai ini bisa meningkat jika mulai terasosiasi dengan capres yang kuat dan program populer,” ucapnya.



Lebih lanjut, Ardian mengungkapkan, divisi ketiga merupakan divisi papan bawah. Divisi ini merupakan divisi parpol yang sedang terancam tak lolos PT. Menariknya, ada satu parpol peserta pemilu baru yang ikut bersaing dengan partai politik lama.

Di Papan tengah di isi oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 2,50 persen, Partai NasDem dengan 2,30 persen, Perindo dengan 2,30 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 2,20 persen dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 1,8 persen suara.

“Angka ini memang masih di bawah 4 persen, tapi kita masih ada margin of error 2,8 persen, sehingga kalau kita ambil angka opitimis saya kira mereka bisa lolos PT,” tuturnya.

Selanjutnya divisi yang terakhir adalah divisi nol koma. Ardian menyebut divisi ini hanya diisi oleh enam parpol baru maupun lama. Parpol yang masuk divisi ini pun dinilainya harus bekerja dan usaha ekstra keras untuk bisa lolos ambang batas parlemen.

Diketahui keenam parpol itu adalah Partai Hanura sebesar 0,70 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) sebesar 0,40 persen, partai Garuda 0,30 persen, PKPI 0,10 persen, PSI 0,10 persen dan partai Berkarya 0,10 persen.

“Namun masih ada waktu 11 bulan menjelang pemiihan nanti, sehingga angka-angka itu tentu bisa akan berubah,” pungkasnya.

Diketahui, LSI melakukan survei ini sejak tanggal 28 April-5 Mei 2019 dengan melakukan wawancara langsung dengan 1200 responden. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error +-2,9 persen.


(aim/JPC)