LPG Susah dan Mahal, Disdag Turun Tangan

MALANG KOTA – Warga Kota Malang belakangan dibuat resah karena susah mendapatkan LPG 3 kilogram. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang pun baru turun tangan menyuplai kebutuhan warga. Tingginya permintaan LPG disebut-sebut sebagai faktor kelangkaan saat ini.

Setelah sekian kali melakukan operasi pasar, Dinas Perdagangan Kota Malang stand by di Kelurahan Bareng kemarin (11/9). Itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdekat yang disebut-sebut sedang krisis LPG 3 kg.

”Belakangan banyak warga mengeluh, LPG 3 kilogram kok mahal. Sudah mahal, susah lagi,” kata Kasi Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Malang Asih Siswanti.

Di Kelurahan Bareng tersebut, pihaknya menyediakan 560 LPG 3 kg. Warga terdekat difasilitasi untuk membelinya dengan harga terjangkau. Syaratnya, peminat hanya membawa KTP dan keterangan pekerjaan.

”Tujuannya harus tepat sasaran, pengguna ini bukan PNS atau TNI-Polri,” jelasnya. Penyediaan LPG tersebut, kata dia, akan dilanjutkan di kawasan lain di hari berikutnya.



Sepekan lalu, harga LPG 3 kg disebut-sebut mencapai Rp 23 ribu per tabung. Dinas Perdagangan Kota Malang kemarin menjualnya dengan harga Rp 16 ribu per tabung.

Terlihat, warga berbondong-bondong datang membawa LPG kosong untuk ditukarkan dengan yang berisi. ”Data kami menyebut, kelangkaan LPG salah satu faktornya karena permintaan masyarakat tinggi,” ujarnya.

Apa penyebabnya? Asih menyebut saat ini perkuliahan sudah mulai aktif sehingga sirkulasi penggunaan gas meningkat kembali. Bahkan dia menyebut, perbandingannya cukup jauh dibanding permintaan LPG saat Hari Raya Idul Fitri. Di bulan Agustus lalu, Asih menyebut permintaan tercatat 1,87 juta kilogram gas. ”Padahal Idul Fitri tidak sebanyak itu,” imbuhnya.

Fitri, warga Bareng yang ikut antre LPG 3 kg kemarin, menyebut kelangkaan LPG dirasakannya sejak sepekan belakangan. Bahkan untuk kebutuhan memasak, kata dia, harus membelinya ke Kelurahan Samaan Kecamatan Lowokwaru. ”Susah carinya. Harus ke Samaan,” ucapnya.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani