Lomba Tugu Batas, Tiga Desa Ini Bersaing Ketat

KOTA BATU – Siapakah yang akan jadi juara dalam Lomba Tugu Batas Desa-Kelurahan di Kota Batu yang diadakan oleh Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otoda Pemkot Batu tahun ini? Jawabnnya akan diumumkan resmi dalam upacara peringatan HUT Ke-18 Kota Batu 17 Oktober mendatang.

Tapi dari hasil sementara tim juri tiga desa bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik. Tiga desa tersebut adalah Desa Mojorejo, Desa Pandanrejo, dan Desa Pesanggrahan.

Menurut salah satu juri Wahyu Prasetyawan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) wilayah Malang, tugu batas di tiga tersebut memiliki karakter yang kuat dan mencerminkan semangat aparat desa dan kebersamaan warga dalam merawat atau membangun. ”Itu bisa dilihat dari kondisi tugu dan sekitarnya yang tertata rapi,” ungkap pria yang akrab disapa Wawan ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh juri Fachruddin Irfani, ketua Paguyuban Kangmas-Nimas Kota Batu, tiga tugu tersebut selain menarik juga memiliki filosofi yang terkait dengan desa. ”Dan yang paling penting kebersamaan warga dan aparat desa sangat nampak dalam lomba kali ini,” katanya.

Menurut dia, meski kelihatan sederhana, Lomba Tugu Batas Desa-Kelurahan ini bisa membangkitkan ego warga dan aparat desa. Sehingga mereka bersemangat untuk membangun dan menjadi yang terbaik. ”Bukan tidak mungkin Lomba Tugu Batas ini akan menjadi inspirasi daerah lain,” ujar Irfani.



Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otoda Pemkot Batu Dra Dyah Lies Tina P menyatakan, untuk pemenang lomba akan dimumkan saat upacara resmi peringatan HUT Ke-18 Kota Batu.

Desa-desa yang menjadi juara akan mendapatkan hadiah uang pembinaan, trofi, dan sertifikat. ”Kami ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemenang yang telah serius mengikuti lomba ini,” terang Dyah.

Menurut dia, meski lomba ini baru kali pertama diadakan, tapi desa dan kelurahan yang menjadi peserta sangat antusias. Dia berharap tahun depan akan bisa lebih semarak lagi.

Sehingga harapannya dengan Lomba Tugu Batas Desa-Kelurahan ini akan muncul kreativitas desa atau kelurahan untuk berbenah dimulai dari tugu batasnya. ”Karena sebenarnya tugu batas itu mencerminkan kondisi yang ada di desa yang bersangkutan,” ungkapnya.

Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Lid