Lomba Gapura Hias hingga Kibarkan Merah Putih di Rusia

MALANG – Barangkali inilah momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang paling berwarna dirayakan oleh masyarakat Malang Raya. Kemarin (17/8) momen bersejarah itu dilakukan di Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, bahkan di puncak Elbrus Rusia.

Di Kabupaten Malang, HUT ke-72 Kemerdekaan RI dijadikan momentum untuk mengumumkan kecamatan terbaik dalam Lomba Gapura Hias 2017. Berdasarkan proses penjurian yang dilakukan tim dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang dan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, muncul nama Kecamatan Sumberpucung sebagai juara I.

Disusul oleh Kecamatan Karangploso sebagai juara II dan Kecamatan Kromengan sebagai juara III. Selain itu, ada pula Kecamatan Pakis yang meraih juara untuk kategori Harmonisasi Tema, serta Kecamatan Singosari yang meraih juara untuk kategori partisipasi teraktif.

Bupati Malang Rendra Kresna mengapresiasi gelaran yang diinisiasi DPKPCK Kabupaten Malang bersama Jawa Pos Radar Kanjuruhan itu. Dia melihat, Lomba Gapura Hias 2017 tak hanya menilai aspek keindahan fisik, tapi juga partisipasi masyarakat. ”Kalau tidak ada kebersamaan, tak akan ada nilai yang bisa jadi pendukung. Semangat kegotongroyongan yang terjadi di tengah masyarakat menjadi nilai pendukungnya,” ujar Rendra.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Wahyu Hidayat menambahkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi. ”Meskipun waktunya hanya sedikit, nyatanya para camat yang mayoritas baru saja dilantik ini bisa merangkul masyarakat untuk bergotong royong menampilkan yang terbaik,” kata Wahyu.

Tahun depan Wahyu memastikan bahwa pihaknya akan menggelar kompetisi serupa yang tentunya juga mereka persiapkan semaksimal mungkin. ”Tahun depan bukan lagi sebatas lomba hias gapura, bisa jadi kami tambah kriterianya. Mungkin ada lomba taman desa atau lain-lainnya, yang jelas tidak jauh-jauh dari konsep lingkungan,” terang mantan camat Tajinan tersebut.

Masih di Kabupaten Malang, HUT Kemerdekaan RI juga diperingati dengan pengibaran bendera di Budug Asu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Di sana, bendera raksasa berukuran 15×35 meter ini dibentangkan di tebing Curah Sriti. Pengibaran bendera dilakukan oleh tim dari Perum Perhutani KPH Malang bersama Ilalang Adventure.

Bergeser ke Kota Malang, HUT Kemerdekaan RI dirayakan di sejumlah lokasi. Di antaranya, lewat aksi doa bersama yang melibatkan ribuan orang di Ballroom Ijen Suites Resort & Convention.

Acara yang diinisiasi oleh Gerakan Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (GM FKPPI) Jawa Timur itu menghadirkan ribuan orang dari berbagai latar belakang. Baik itu suku, agama, maupun organisasi. ”Di sini kami berkumpul mulai dari santri, mahasiswa, pemuda, NU, Muhammadiyah, dan semua orang lintas agama. Kami bertekad menggelorakan harga mati untuk Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila,” kata Ketua Pengurus Daerah XIII GM FKPPI Jawa Timur Ir Agoes Soerjanto.

Sementara itu, di lokasi yang jaraknya lebih dari 9.000 kilometer dari Malang Raya, dua anggota Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya (UB) mengibarkan bendera Merah Putih di Rusia. Tepatnya di puncak Elbrus yang berada di ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pengibaran bendera itu dilakukan pada pukul 11.50, Rabu waktu setempat (16/8) atau sekitar pukul 15.00 WIB. Adapun dua anggota Impala UB yang mengibarkan bendera itu adalah Gede Krisna Adiwiradarma dan Ahmad Sholahudin Yazid. Ketika pengibaran bendera itu dilakukan, kedua mahasiswa UB tersebut juga menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ketua Umum Impala UB Fauzi Ahmad Yunianta menyatakan, pendakian ke puncak Elbrus sudah dilakukan sejak 12 Agustus lalu. ”Kedua mahasiswa ini berjalan beriringan setapak demi setapak melawan rasa dingin gunung bersalju tersebut. Pendakian mereka ke puncak pun ditemani langit berawan, angin yang tak terlalu kencang (tercatat sekitar 15 km per jam), dengan suhu minus 5 derajat Celcius. Untuk sampai di puncak, tim juga harus melalui banyak punggungan gunung,” terang dia.

Pewarta: Farikh Fajarwati, Fajrus Shiddiq & Ermawati
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Impala UB