Lolos Tuntutan Mati, Bocah Pembacok Terancam Penjara Seumur Hidup

JawaPos.com – Kepolisian bergerak cepat menangani kasus pembacokan yang dilakukan dua bocah yang menyebabkan 1 korban tewas dan 1 korban lainnya luka parah. Dua pelaku pemabacokan, I Putu BWS, 15, asal Banjar Tunon, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, dan Dewa PEAM, 15, asal Banjar Dualang, Desa Sibang Gede, Abiansemal, Badung, telah menjalani tes psikologi di Polres Badung, Rabu (28/8).

Untuk sementara, oleh penyidik kepolisian, kedua pelaku dikenai pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal seumur hidup.

“Kedua pelaku terancam penjara seumur hidup. Kedua pelaku tidak disangkakan hukukan mati karena masih anak di bawah umur,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta di Mapolres Badung, Rabu (28/8) seperti dikutip Jawa Pos Radar Bali.

Dalam memberikan pasal ini pihak Polres Badung juga masih melakukan penyidikan sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.



Sementara itu, terkait hasil visum terhadap korban tewas I Kadek Roy Adinata, AKBP Yudith Satria Hananta mengatakan bahwa hasil visum tidak bisa dibeberkan ke media.

“Hasil visum ini nantinya hanya untuk kepentingan di pengadilan. Jadi, kami tidak bisa membeberkannya ke media,” ujarnya.

Begitu pula dengan hasil visum terhadap korban Agus Gede Nurhana Putra, belum bisa dibeberkan kepada awak media.

Kini polisi juga telah memeriksa tujuh orang saksi, baik itu dari pihak korban maupun dari pihak kelompok pelaku.

Terkait apakah akan ada tambahan tersangka, sejauh ini AKBP Hananta mengatakan belum ada. “Sejauh ini belum ada. Intinya masih kami dalami peran masing-masing tersangka ini,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, korban I Kadek Roy Adinata tewas dibacok di Jalan Raya Kerasan, Banjar Sedang, Desa Sedang, Abiansemal, Badung. Kejadian nahas ini terjadi pada Minggu (25/8) sekitar pukul 02.30 dinihari. Korban tewas setelah dibacok dua orang pelaku bernama Dewa PEAM, I Putu BWS menggunakan blakas.

Kejadian tragis ini bermula pada Sabtu (24/8) sekitar pukul 21.00 korban bersama sekitar 10 orang rekannya sedang pesta miras di Cafe Madu di Desa Angantaka. Pesta miras ini berlangsung Minggu (25/8) dinihari. Saat sedang minum miras, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Desa Sibanggede.

Di antaranya yang dikenal bernama Gung Krisna, Dewa PEAM, dan I Putu BWSW. Tiba – tiba terjadi keributan hingga terjadi pemukulan. Keributan tersebut sempat terhenti dan kedua belah pihak sama sama pergi meninggalkan Cafe Madu.

Namun, tidak berselang lama, keributan tersebut kembali terjadi. Hingga akhirnya kedua kelompok pemuda tersebut saling pukul di jalan raya sebelah barat Perumahan Alam Fajar, Desa Angantaka.

Keributan itu kembali mereda. Selanjutnya kedua kelompok sama-sama membubarkan diri dimana pemuda kelompok Desa Sibanggede, pulang mengarah ke timur Desa Kutri, Gianyar.

Namun korban I Kadek Roy Adinata dengan membonceng temannya bernama Agus Gede Nurhana Putra, berusaha mengejar kedua pelaku. Pengejaran dilakukan hingga ke Desa Tunon.

Namun saat itu kedua pelaku berhasil kabur dan pulang ke rumahnya di Banjar Tunon. Rupanya kedua pelaku pulang untuk mengambil parang kemudian kembali ke jalan raya. Sesampai di pertigaan Desa Samu, kedua pelaku melihat korban dan rekannya melintas mengendarai sepeda motor.

Kedua pelaku kemudian mengejar korban sampai di Jalan Kerasan, Desa Sedang. Kedua pelaku langsung menendang korban sampai jatuh dari sepeda motor.

Setelah korban dan rekannya terjatuh, tersangka I Putu BWS langsung membacok kedua korban dengan sebilah parang (blakas) dengan membabi buta.

Akibatnya, korban I Kadek Roy Adinata meninggal dunia dan korban Agus Gede Nurhana Putra mengalami luka luka pada robek pada leher belakang dan kepala.

Editor : Mohamad Nur Asikin