Lizzo, dari Anak Marching Band Hingga ke Panggung Grammy Awards

NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 24: Lizzo performs at Radio City Music Hall on September 24, 2019 in New York City. (Photo by Theo Wargo/Getty Images)

RADARMALANGID – Nama penyanyi Lizzo jadi perbincangan di Amerika Serikat sejak beberapa waktu terakhir. Selain meroket karena single ‘Truth Hurts’, ia pun kini bersinar setelah mengantongi delapan nominasi Grammy Awards 2020.

Penyanyi yang bernama lengkap Melissa Viviae Jefferson itu juga berkecimpung di dunia seni peran.

Lizzo yang lahir di Detroit, 27 April 1988 ini mulai berkecimpung di dunia musik pada usia belia, 10 tahun, ketika ia dan keluarganya pindah ke Houston, Texas.

Minat Lizzo terhadap musik telah muncul kala duduk di bangku sekolah dengan memilih pelajaran seruling dan bergabung dalam marching band. Ketika ia menginjak usia 14 tahun, musik rap membuatnya tertarik.

Lizzo menunjukkan keseriusan bermusik dengan membentuk grup bernama Cornrow Clique. Sayangnya grup itu hanya bertahan sementara karena Lizzo pindah ke Minneapolis saat duduk di University of Houston akibat kematian ayahnya.

Kehidupan baru di Minneapolis membuat darah seni Lizzo kembali bergejolak. Ia membentuk kelompok wanita bernama The Chalice. Mereka merilis album debut, ‘We Are the Chalice’, pada 2012 dan cukup membuat nama mereka dikenal di masyarakat setempat.

Merasa kurang puas, Lizzo kemudian memilih bersolo karier dan merilis album ‘Lizzobangers’ pada 2013 oleh label indie Totally Gross National Product yang setahun kemudian dirilis ulang oleh label besar Virgin Records.

Namanya pun mulai dilirik. Pada 2014, ia diajak kerja sama dalam album duet Prince dan 3rdeyegirl, ‘Plectrumelectrum’. Ia kemudian merilis album keduanya, ‘Big Grrrl Small World’ pada 2015 melalui label yang berbeda, BGSW.

Tahun 2014, Lizzo berpartisipasi dalam proyek What’s Underneath milik StyleLikeU, dan mendapatkan ilham untuk membuat lagu ‘My Skin’. Album ini pun kemudian berjalan dan dirilis pada 2015 serta mendapatkan ulasan cukup baik dari para kritikus.

Lizzo pun semakin mendapatkan ulasan baik dan diterima pasar. Albumnya, ‘Coconut Oil’ yang dirilis pada 2016 pun disebut oleh Billboard sebagai salah satu album pop terbaik pada tahun tersebut. Berkat album ini, Lizzo pun bisa menghelat tur pertamanya, ‘Good as Hell Tour’ pada 2017, seperti dikutip dari Rolling Stone (22/11).

Lagu ‘Truth Hurts’ yang Lizzo rilis pada 2019 dari album ‘Cuz I Love You’ meledak di pasaran, dengan menduduki posisi nomor wahid di Billboard Hot 100 dan mendongkrak penjualan albumnya hingga mampu menempati posisi empat tangga album di Billboard 200. Itu adalah capaian terbaik Lizzo sejauh ini.

Kini Lizzo menambah prestasinya sebagai pendatang baru di industri musik Amerika Serikat dengan perolehan nominasi terbanyak dalam Grammy Awards 2020.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia