Literasi Keuangan PT Indo Premier, Ajak Investor Cemati Reksa Dana

JawaPos.com – Kondisi pasar modal yang masih fluktuatif mendorong investor untuk tetap waspada mencermati perkembangan perekonomian. Kondisi pasar yang belum menentu saat ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga paruh pertama tahun depan. Salah satu sentimen negatif karena perdang dagang antara Amerika Serikat-Tiongkok diprediksi masih akan terus berlanjut hingga awal 2020.

Mencermati perkembangan itu, Fund Manager MNC Asset, Ipan Samuel merekomendasikan produk Reksa Dana Pendapatan Tetap bisa menjadi salah satu pilihan di tengah ketidakpastian perekonomian global saat ini.

“Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan underlying SUN diperkirakan akan tetap menarik pada tahun 2020,”katanya dalam memberikan literasi keuangan pada para investor pasar modal, PT. Indo Premier Sekuritas (IndoPremier), Sabtu (7/12).

Sebagai bentuk konsistensi dalam memberikan literasi keuangan pada para investor pasar modal, IndoPremier mengadakan event Fun(d) Talk Millenial #5 (FTM#5) di Estubizi Business Center & Coworking Space Jakarta Selatan.

IndoPremier sebagai perusahaan sekuritas nasional menyadari potensi pertumbuhan investor baru setiap tahunnya. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di pasar modal tercatat sebanyak 2,31 juta investor per 31 Oktober 2019 atau naik 42,72 persen dari posisi 1,61 juta investor pada akhir tahun lalu.

Brand Manager Produk Reksa Dana Indo Premier Sekuritas, Mattheus Raharja mengakui saat ini masih banyak anggota masyarakat yang belum tahu cara menyimpan uang dengan benar. Bagi IndoPremier, investor baru perlu diedukasi dan didampingi secara intensif supaya benar-benar tahu cara mencapai kemerdekaan finansial. Literasi keuangan sudah menjadi kebutuhan bagi investor pemula.

Cukup dengan modal investasi Rp 100 ribu, setelah registrasi secara online nasabah sudah dapat memilih dan membeli 255 produk reksa dana dari 40 Manajer Investasi dengan bebas biaya admin dan banyak keuntungan lainnya.

Co-Founder Super Fund Trader Community, Liyanto Sudarsodi acara FTM#5 mengajak para peserta untuk semakin memahami lebih dalam lagi tentang seni berinvestasi di reksa dana, terutama dari segi alokasi portofolio tentang kondisi waktu yang tepat untuk berinvestasi. Peserta diajak mempelajari faktor yang memengaruhi kinerja sebuah reksa dana dari data indikator ekonomi inti, seperti GDP, tingkat inflasi, PMI, dan kondisi neraca perdagangan.

“Semua faktor ini sangat penting untuk dikuasai, jika investor ingin berinvestasi reksa dana dengan imbal hasil yang maksimal dalam waktu yang tepat,”pungkas Liyanto.

Editor : Mohamad Nur Asikin